Hari Kopi Nasional, Sinergikan Hulu dan Hilir Kopi Indonesia

11 Mar 2019 22:20 Surabaya

Dewan Kopi Jawa Timur bekerja sama dengan Bank Indonesia mengelar peringatan Hari Kopi Nasional bertajuk 'Ngopi Bareng Rek'. Acara ini sekaligus untuk mensinergikan penikmat kopi dari hulu sampai hilir.

Ketua Dewan Kopi Jawa Timur,  H. Muhammad Zakki mengatakan, acara ini diselenggarakan agar para petani kopi, industri kopi, pedagang kopi dam penikmat kopi bersinergi meningkatkan kualitas kopi Jawa Timur.

"Jawa Timur merupakan provinsi yang terkenal dengan kopinya. Rasanya tidak kalah enak dengan kopi luar negeri. Karena itu kami bersama-sama dengan kelompok-kelompok yang lain untuk menggerakkan kopi agar bisa diminum arek-arek Jawa Timur," ujar Muhammad Zakki, usai acara di Museum De Javasche Bank (Museum BI).

Menurutnya, kondisi kopi di Indonesia sangat miris, karena diprediksi 2030 Indonesia akan menjadi importir kopi. Untuk mengatasi hal ini diperlukan edukasi bagi para petani untuk tidak hanya menanam secara konvensional melainkan juga modern.

"Upaya yang akan kami lakukan adalah pembinaan dengan melakukan advokasi, sehingga petani itu sangat terasa dan tidak hanya sekedar menjualnya," ujar Zakki.

Selain itu, Dewan Kopi juga akan melakukan edukasi agar hasil panen kopi meningkat dua kali lipat. 

Difi Ahmad Ketua BI wilayah Jawa timur  beserta Muhammad Zakki saat berkunjung ke tenan kopi Kayumas Foto Pitangopibarengid
Difi Ahmad (Ketua BI wilayah Jawa timur) beserta Muhammad Zakki saat berkunjung ke tenan kopi Kayumas. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

"Saat ini dalam satu hektarnya masih menghasilkan 750 kg hingga 1 ton kopi. Kami upayakan agar bisa bertambah hasil panennya hingga 2 ton persatu hektar," imbuhnya. 

Sementara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan Bank Indonesia akan membantu agar kerja perkebunan kopi bisa berkesinambungan. 

"Karena masalahnya kopi di Jawa Timur sudah banyak yang tua dan harus dilakukan peremajaan. Saya rasa ini tantangan berat bagi kita semua," kata Difi. 

Ketua Kelompok Tani Sejahtera Kayu Mas, Didik Suryadi berharap dengan adanya acara ini bisa dilakukan koordinasi serta terbentuk regulasi yang bagus bagi para petani kopi. 

"Semua fasilitas dari pemerintah sudah bagus, tinggal bagaimana antar instansi terkait bisa bersinergi. Karena di Jawa Timur belum ada regulasi dari hulu ke hulir," kata pemilik kopi Kayumas. 

Menurutnya, regulasi yang seragam akan memudahkan para petani kopi untuk memberdayakan kopi yang mereka tanam serta legalitasnya. (pts)

Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini