Ilustrasi gaya hidup sehat untuk mempertahankan kekebalan tubuh. (Foto: ilustrasi google)

Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Cara Mudah Cegah Corona Virus

Kesehatan 24 January 2020 15:55 WIB

Mobilitas yang tinggi dalam kelompok masyarakat tertentu membuat penyebaran strain virus baru yang disebut novel corona virus (nCoV) mudah menyebar. Beberapa negara pun terancam dengan penyebaran corona virus, termasuk Indonesia.

Virus yang diketahui berasal dari ikan dan daging binatang buas di pasar Huanan Wuhan, China ini dengan cepat menyebar seiring mobilitas masyarakat yang tak bisa dibendung. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang terdampak oleh virus ini. Meski begitu pemerintah dan elemen kedokteran mengimbau masyarakat agar tidak panik, tapi tetap waspada.

Dokter spesialis paru-paru Rumah Sakit Universitas Airlangga, Prof Dr Nasronudin, dr.,Sp.PD, K-PTI, FINASIM mengatakan, menyikapi situasi kehadiran nCoV, warga masyarakat perlu menjaga kekebalan tubuh tetap seimbang. Seimbang antara gizi, fisik dan psikis.

"Dengan cara istirahat cukup, mengkonsumsi nutrisi yang sehat, mempertahankan pola hidup sehat, membiasakan diri mencuci tangan. Kalau memang punya infeksi pernafasan, gunakan masker agar tidak menular atau tertular," katanya pada ngopibareng.

Nasronudin menambahkan, sampai saat ini memang belum ada vaksin khusus untuk virus nCoV. Maka dari itu meningkatkan kekebalan tubuh menjadi langkah utama untuk pencegahan.

"Masa inkubasi virus ini sekitar 5 sampai 10 hari. Memang tidak semua virus nCoV dapat menyerang tubuh. Hal ini, tentu saja dipengaruhi oleh faktor kekebalan tubuh," katanya.

Lanjutnya, bila seseorang dapat menjaga kekebalan tubuh tetap seimbang dan tangguh, tentu virus yang masuk akan bisa dihadapi oleh sistem komplemen.

Tapi sebaliknya, virus akan mudah masuk apabila kondisi kekebalan tubuh menurun. Seperti, menurunya, gizi tidak seimbang, usia terlalu tua atau terlalu muda. Sebab semakin tua usia manusia sistem kekebalan tubuh juga menurun. Sedangkan, pada bayi kekebalan tubuh belum terbentuk sempurna.

"Saran saya, untuk saat ini hindari dulu berpergian ke daerah endemis. Kalau bisa ditunda dulu," katanya.

Bila menemukan gejala demam di atas 38 derajat celsius, pusing, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, pilek, bahkan sampai sesak napas, segera periksa ke layanan kesehatan terdekat.

"Gejalanya biasanya berlangsung 5 sampai 7 hari," katanya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 08:55 WIB

Kerja di Surabaya, Satu Warga Madiun Terpapar Covid-19

Jawa Timur

Terpapar Covid-19 dari rekannya asal Ponorogo yang juga kerja di Surabaya.

07 Aug 2020 07:58 WIB

Sinopsis The K2: Kasus Kematian Ibu Anna Diungkit Lagi

ngopiK-pop

Anna dijadikan umpan oleh pamannya, Sung-Won, untuk menghancurkan Yoo-Jin.

07 Aug 2020 06:42 WIB

Kunci Jawaban SMA: Tips Mengatasi Bosan saat Belajar

Pendidikan

Materi belajar tentang Tips Mengatasi Bosan saat Belajar.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...