Menikmati Rest Area KM 519 A Tol Trans Jawa, Ini Asyiknya

18 Jun 2018 11:15 Reportase
Juga perlu ada playground tempat anak-anak mendapat hiburan setelah perjalanan panjang. Dengan demikian, rest area yang memang menjadi tempat istirahat para pengguna jalan tol ini bisa melayani segala jenis usia rombongan dari pengendara mobil.

Dua masjid megah kanan dan kiri jalan tol menjadi penanda rest area kilometer 519. Pengelola jalan bebas hambatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyebutnya sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP).

Rest area yang berada di wilayah Solo ini baru diresmikan 7 Juni 2018 lalu. Atau 8 hati sebelum lebaran. Beberapa hari sebelum arus mudik lebaran mulai tiba. "Ini mengingatkan seperti rest area di Arab," kata Tjahjani Retno, pemudik asal Surabaya.

Rest area KM 519 ada dua. Rest area A yang berdiri di sisi jalur Kartosura-Sragen. Sedangkan B di sisi jalur Sragen-Kartasura. Inilah rest area yang terbesar saat ini sepanjang jalan tol Kartasura-Surabaya. Sedangkan lainnya masih dalam pembangunan atau digunakan sementara.

Berdiri di atas lahan 4.5 hektar, rest area 519 A ini sangat lengkap. Selain masjid yng besar, juga ada foodcourt, hall, mini market, tempat parkir yang luas dan toilet yang banyak. Masjidnya sekitar 50 meter persegi. Dibangun dengan megah.

"Tempat parkirnya gratis. Bisa menampung 150 kendaraan besar dan kecil. Jadi sangat luas," kata Direktur Utama PT JMP Irwan Artigyo saat peresmian, beberapa waktu lalu.

Sarana pendukung masjidnya juga istimewa. Ada tempat wudlu terpisah antara pira dan wanita. Demikian juga dengan toiletnya. Ditata dengan rapi, bersih dan menyenangkan. Menjadi oase mengasyikkan di tengah perjalanan panjang.

Masjid megah di rest area yang nyaman untuk pengguna jalan tol Trans Jawa Foto Arif Afandi
Masjid megah di rest area yang nyaman untuk pengguna jalan tol Trans Jawa. (Foto Arif Afandi)

Kalau pun ada yang kurang, perlu ada ruang publik yang bisa menjadi tempat pengendara yang membawa bekal makanan dari rumah. Sehingga mereka bisa mengisi perutnya dengan nyaman tanpa harus membeli sesutu di foodcourt yang tersedia.

Juga perlu ada playground tempat anak-anak mendapat hiburan setelah perjalanan panjang. Dengan demikian, rest area yang memang menjadi tempat istirahat para pengguna jalan tol ini bisa melayani segala jenis usia rombongan dari pengendara mobil.

Tersambungnya tol Trans Jawa dengan beberapa ruas yang masih beroperasi secara fungsional sangat membantu mengurangi kemacetan arus mudik lebaran. Memang belum sepenuhnya teratasi, tapi paling tidak mengurangi horor macet yang terjadi setiap tahun ini.

Perjalanan Surabaya-Yogyakarta tiga hari sebelum lebaran, misalnya, bisa ditempuh hanya 6 jam. Padahal, biasanya bisa ditempuh minimal 8 jam sebelum ada jalan bebas hambatan. 

Perlu tambahan ruang publik bagi mereka yang bawa bekal dari rumah Biar tidak seperti ini foto Retno Wilis
Perlu tambahan ruang publik bagi mereka yang bawa bekal dari rumah. Biar tidak seperti ini. (foto Retno Wilis)

Arus balik ke Surabaya dua hari setelah lebaran membutuhkan waktu lebih lama. Padatnya jalur Yogya-Kartasura memerlukan waktu 5 jam sendiri. Sedangkan perjalanan di jalur tol perlu 6 jam. Ini karena terjadi kemacetan di pintu tol Wilangan.

Kemacetan di gerbang Wilangan menuju Surabaya karena terbatasnya gerbang pembayaran. Hany ada dua yang sudah operasional penuh dan satu pintu pembayaran yang disiapkan insindental. Akibatnya penumpukan kendaraan di tempat ini cukup panjang.

Jalur fungsional yang dibuka malam hari dengan penerangan terbatas membuat perjalanan tidak bisa cepat. Namun, langkah polisi dan operasional jalan tol membuka jalur fungsional Wilangan-Kertosono ini sangat berarti. Sebab, jalur arteri yang melewati Saradan sangat padat.

Kayaknya, musim mudik lebaran tahun depan sudah semakin tertata dan mampu mempersingkat perjalanan mudik bagi setiap orang. (azh)