Menghidupkan Sugriwa dan Subali di Gua Kiskendo

23 Nov 2018 01:32 Gerak Wisata

Legenda Sugriwa Subali akan kembali dipentaskan dalam bentuk sendratari. Kegiatan ini dipusatkan di area Gua Kiskendo Kulon Progo ini, Sabtu 24 November, mulai pukul 08.30 WIB.

Untuk acara akbar tersebut, panitia menggandeng Penata Tari Herida Damarwulan, dengan musik iringan Widodo PB.

Diprediksi, acara bakal sukses besar. Karena, perhelatan ini bukan yang pertama. Acara serupa pernah pula digelar. Dan sukses menarik perhatian ribuan pengunjung.

“Ini akan lebih menarik dibanding acara serupa yang pernah ada. Semua kita persiapkan dengan matang, dan kita kemas dengan kegiatan lain yang menarik. Pengunjung tidak akan kecewa dengan gelaran ini,” kata Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani.

Meski berbasis budaya, Ni Wayan memastikan kegiatan tersebut tidak akan membosankan. Ia bahkan berharap Sendratari Sugriwa Subali bisa memberikan dampak positif bagi pelestarian kebudayaan dan dunia pariwisata di daerah setempat.

Sedangkan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sumarni menambahkan, pemilihan Gua Kiskendo sebagai lokasi kegiatan karena menyesuaikan dengan legenda Sugriwa Subali. Sehingga, pengunjung yang datang bisa merasakan atmosfer yang lebih ‘nyata’ dari pertunjukan tersebut.

”Ada sebuah anak sungai yang mengalir di dalam Gua Kiskendo. Alirannya membentuk cekungan di dalam gua, yang dikenal dengan sebutan Kedung Jagan. Dari sinilah legenda Sugriwa Subali terbangun, dan masih popular di kalangan masyarakat sekitar hingga sekarang,” jelas Sumarni yang juga diamini Kadis Parwisata Kulonprogo Niken Probo Laras.

Menurut masyarakat, kisah bermula dari keinginan Raja Sapi Maesasura yang ingin mempersunting bidadari khayangan bernama Dewi Tara. Bersama dua patihnya yaitu Jatasura dan Lembusura, Maesasura pun berangkat menjemput Dewi Tara.

Mendengar niat tersebut, Bathara Guru memerintahkan Bathara Sambu untuk memnghalangi niat Maesasura yang baru sampai di Gua Kiskendo. Diperintahkan pula dua kesatria berwujud kera, yaitu Subali dan Sugriwa.

Dengan kesaktiannya, Subali berhasil membunuh Maesasura dan kedua patihnya. Namun, ia kemudian justru terlibat kesalahpahaman dengan Sugriwa yang berujung perkelahian. Sugriwa tewas, sementara Subali akhirnya mempersunting Dewi Tara. Ia kemudian menjadi Raja Kera di Gua Kiskendo. (*)

Penulis : Pesona Indonesia
Editor : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini