KH Ahmad Mustofa Bisri asyik berpuisi. (Foto: Istimewa)
KH Ahmad Mustofa Bisri asyik berpuisi. (Foto: Istimewa)

Menggetarkan! Ini Nasihat Ramadhan Gus Mus untuk Mustofa Bisri

Ngopibareng.id Khazanah 30 April 2020 14:48 WIB

KH Ahmad Mustofa Bisri dikenal sebagai penyair balsem. Lantaran lirik dan pilihan katanya, cukup menghangatkan. Dengan kritik yang pedas, bisa dinikmati "tubuh seolah mendapat olesan balsem" rasa hangatnya.

Pada Ramadhan ini, ada renungan Gus Mus, panggilan akrab Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibiin, Rembang, ini cukup unik. Ia menulis puisi, sebagai nasihat pada dirinya sendiri. Puisi instrospeksi, mawas diri.

Bila dinikmati, puisi tersebut sangat menggetarkan bulu kuduk kita.

Berikut video Nasihat Ramadhan (Buat Mustofa Bisri) karya penyair Ahmad Mustofa Bisri:

NASIHAT RAMADHAN (BUAT MUSTOFA BISRI)

Oleh: A. Mustofa Bisri

 

Mustofa,

Jujurlah pada dirimu sendiri mengapa kau selalu mengatakan

Ramadlan bulan ampunan apakah hanya menirukan Nabi

atau dosa-dosamu dan harapanmu yang berlebihanlah yang

menggerakkan lidahmu begitu.

 

Mustofa,

Ramadlah adalah bulan antara dirimu dan Tuhanmu. Darimu hanya

untukNya dan Ia sendiri tak ada yang tahu apa yang akan dianugerahkanNya

kepadamu. Semua yang khusus untukNya khusus untukmu.

 

Mustofa,

Ramadlan adalah bulanNya yang Ia serahkan padamu dan bulanmu

serahkanlah semata-mata padaNya. Bersucilah untukNya. Bersalatlah

untukNya. Berpuasalah untukNya. Berjuanglah melawan dirimu sendiri untukNya.

 

Sucikan kelaminmu. Berpuasalah.

Sucikan tanganmu. Berpuasalah.

Sucikan mulutmu. Berpuasalah.

Sucikan hidungmu. Berpuasalah.

Sucikan wajahmu. Berpuasalah.

 

Sucikan matamu. Berpuasalah.

Sucikan telingamu. Berpuasalah.

Sucikan rambutmu. Berpuasalah.

Sucikan kepalamu. Berpuasalah.

 

Sucikan kakimu. Berpuasalah.

Sucikan tubuhmu. Berpuasalah.

Sucikan hatimu.

Sucikan pikiranmu.

Berpuasalah.

Sucikan dirimu.

 

Mustofa,

Bukan perut yang lapar bukan tenggorokan yang kering yang

mengingatkan kedlaifan dan melembutkan rasa.

Perut yang kosong dan tenggorokan yang kering ternyata hanya penunggu

atau perebut kesempatan yang tak sabar atau terpaksa.

Barangkali lebih sabar sedikit dari mata tangan kaki dan kelamin, lebih tahan

sedikit berpuasa tapi hanya kau yang tahu

hasrat dikekang untuk apa dan siapa.

 

Puasakan kelaminmu untuk memuasi Ridla

Puasakan tanganmu untuk menerima Kurnia

Puasakan mulutmu untuk merasai Firman

Puasakan hidungmu untuk menghirup Wangi

Puasakan wajahmu untuk menghadap Keelokan

Puasakan matamu untuk menatap Cahaya

Puasakan telingamu untuk menangkap Merdu

Puasakan rambutmu untuk menyerap Belai

Puasakan kepalamu untuk menekan Sujud

Puasakan kakimu untuk menapak Sirath

Puasakan tubuhmu untuk meresapi Rahmat

Puasakan hatimu untuk menikmati Hakikat

Puasakan pikiranmu untuk menyakini Kebenaran

Puasakan dirimu untuk menghayati Hidup.

 

Tidak.

Puasakan hasratmu

hanya untukHadliratNya!

 

Mustofa,

Ramadlan bulan suci katamu, kau menirukan ucapan Nabi atau kau telah

merasakan sendiri kesuciannya melalui kesucianmu.

Tapi bukankah kau masih selalu menunda-nunda menyingkirkan kedengkian

keserakahan ujub riya takabur dan sampah-sampah lainnya yang mampat dari

comberan hatimu?

Mustofa,

inilah bulan baik saat baik untuk kerjabakti membersihkan hati.

 

Mustofa,

Inilah bulan baik saat baik untuk merobohkan berhala dirimu

yang secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi

kau puja selama ini.

Atau akan kau lewatkan lagi kesempatan ini

seperti Ramadlan-ramadlan yang lalu.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2021 22:35 WIB

Suami Ratu Elizabeth, Pangeran Philip Dilarikan ke RS Jantung

Internasional

Pangeran Philip berusia 99 tahun.

01 Mar 2021 22:20 WIB

Piala Menpora, Persebaya Bertumpu pada Pemain Muda

Liga Indonesia

Persebaya sudah ditinggal 10 pemain andalan

01 Mar 2021 22:10 WIB

Sinopsis He Who Dares: Melumpuhkan Aksi Teroris

Film

Film He Who Dares akan tayang di Bioskop Trans TV.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...