Mengenal Infeksi Paru-Paru Penyebab Meninggalnya Ronaldikin

23 Jan 2019 18:12 SapaDokter

Ronaldikin alias Shodikin yang terkenal mirip dengan pemain sepak bola asal Brazil Ronaldinho Selasa, 22 Januari 2019 malam kemarin meninggal dunia akibat infeksi paru-paru yang baru dideritanya sejak dua bulan lalu.

Seperti apakah penyakit infeksi paru-paru itu? Berikut bincang-bincang ngopibareng.id bersama dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Universitas Airlangga, dr. Alfian Nur Rosyid, Sp.P.

Alfian, demikian sapaan akrabnya mengatakan, seseorang yang mengalami infeksi paru-paru disebabkan ada mikro organisme asing atau patogen yang masuk ke dalam paru.

"Di samping itu, ada juga karena faktor resiko, seperti faktor usia, penyakit penyerta seperti stroke, merokok, dan lainnya," katanya.

Gejala awal adanya infeksi paru-paru biasanya ada keluhan pada pernapasan berupa batuk berdahak, sesak yang disertai demam, batuk darah, nafsu makan turun serta berat badan yang turun. 

Tetapi tidak semua batuk disebabkan karena penyakit paru-paru. Untuk mengetahui seseorang terkena infeksi paru-paru, kata Alfian, harus ada pemeriksaan, seperti pemeriksaan anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah dan pemeriksaan penunjang foto rontgen.

"Beberapa kasus butuh pemeriksaan dahak untuk mengetahui jenis mikro organisme yang menyebabkan infeksi paru, seperti Tuberkulosis," kata Alfian, Rabu, 23 Januari 2019. 

Untuk pengobatan, kata Alfian, tergantung dari penyebab infeksi paru-paru itu sendiri. Kalau infeksi karena tuberkulosis maka akan diberikan obat anti tuberkulosis. 

"Tetapi kalau penyebabnya pneumonia bakteri, maka diperlukan pemberian antibiotik. Begitu juga infeksi paru-paru yang disebabkan oleh jamur maupun parasit serta virus perlu pemberian obat antibiotik," katanya. 

Prognosis atau perkiraan hasil akhir pada infeksi paru-paru ini tergantung dari daya tahan tubuh seseorang terhadap keganasan mikroorganisme dan pengobatan yang tepat. 

"Infeksi paru-paru pada seseorang dengan daya tahan tubuh lemah seperti lansia, diabetes, HIV, menjadi sangat berat proses pengobatannya. Biasanya berakhir meninggal dunia," katanya. (pts)

Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini