Mengenal Benny Wenda, Tokoh di Balik Kisruh Papua

02 Sep 2019 17:47 Timur Indonesia

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan bahwa Benny Wenda berada di balik serangkaian kerusuhan unjuk rasa yang terjadi di Papua dan papua Barat.

"Jelas Benny Wenda. Dia memobilisasi diplomatik, memobilisasi informasi yang enggak bener, itu yang dia lakukan di Australia, di Inggris," kata Moeldoko, Senin 2 September 2019.

1. Lahir di Papua Tinggal di Inggris

Benny lahir di Papua tepat pada perayaan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1974. Setelah puluhan tahun menentang bergabungnya Papua ke NKRI, kini Benny menetap di Oxford, Inggris.

Benny kabur ke Inggris setelah dituduh sebagai dalang atas aksi kekerasan pada tahun-tahun sebelumnya.

2. Sekjen Masyarakat Koteka

Benny saat ini tercatat sebagai sekretaris jenderal Dewan Musyawarah Masyarakat Koteka (DMMK). Segala hal yang ditawarkan Indonesia kepadanya selalu dia tolak.

3. Ditangkap Karena Menghasut Penyerangan TNI/Polri

Pada 11 Juni 2002, Benny sempat ditangkap atas dugaan memimpin sejumlah pertemuan gelap untuk menyerang pos-pos TNI/Polri

Saat penangkapan, polisi menyita dua paspor Benny yakni paspor Indonesia dan paspor Papua Niugini.

Dari tangan Benny, polisi juga menyita tiga pipa pembuat bom rakitan, satu busur dan 11 anak panah bermata kayu, 8 anak panah bermata besi.

4. Kabur dari Tahanan

Pada 29 Oktober 2002, Benny kabur dengan cara mencongkel jendela kamar mandi. Benny lantas kabur ke Papua Niugini untuk kemudian terbang mencari suaka ke Inggris.

5. Adik Pimpinan OPM

Benny Wenda adalah adik kandung Pimpinan Organisasi Papua Merdeka Pegunungan Tengah, Matias Wenda.

Benny dan Matias sempat dituduh melakukan penyerangan ke Polsek Abepura pada 6 Desember 2001.

Mereka juga pernah mengerahkan 500 warga ke perbatasan Jayapura-PNG dan melakukan pembantaian terhadap enam pendatang pekerja kayu.

6. Bertemu Komnas HAM PBB

Difasilitasi negara Vanuatu, Benny sempat bertemu dengan Komisi Tinggi HAM PBB. Pertemuan ini terjadi saat delegasi Vanuatu bertemu Komisi Tinggi HAM PBB pada 25 Januari 2019.

Indonesia sempat memprotes dan menilai Vanuatu tidak memiliki itikad baik dan tidak menghormati kedaulatan NKRI dengan memfasilitasi Benny Wenda.

7. Mengklaim Mendirikan Serikat Pembebasan Papua Barat

Melalui media sosial, Benny mengklaim telah membentuk United Liberation for West Papua. Dia menolak label sparatis kepadanya.

Namun klaim Benny ini dibantah banyak pihak, Benny dinilai tidak terkoneksi dengan faksi-faksi yang kini berada di pedalaman Papua.

 

Benny dinilai selalu memanfaatkan klaim atas Papua untuk mencari dana luar negeri untuk kepentingan pribadi.

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini