Wali Kota Malang, Sutiaji di Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Senin 4 November 2019. (Foto: Theo/ngopibareng.id)
Wali Kota Malang, Sutiaji di Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Senin 4 November 2019. (Foto: Theo/ngopibareng.id)

Mengenai Pelarangan Cadar, Sutiaji: Nanti Kami Kaji Lagi

Ngopibareng.id Jawa Timur 04 November 2019 16:10 WIB

Wali Kota Malang, Sutiaji masih belum berani berkomentar terkait wacana pelarangan penggunaan cadar dan celana cingkrang di lingkungan instansi pemerintahan yang dilontarkan oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

"Saya masih belum berani berkomentar tentang itu, yang jelas diaturan kami yang namanya seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) itu sudah ditentukan," terangnya pada awak media di Gedung DPRD Kota Malang, Senin 4 November 2019.

Sutiaji melanjutkan setiap kebijakan memang perlu dikaji terlebih dahulu. Terkait  pelarangan cadar, alumnus UIN Maliki Malang itu mengatakan ia akan mendalami terlebih dahulu sepanjang tidak melanggar ketentuan.

"Memang perlu dikaji lagi, apakah itu menyentuh privasi hak seseorang atau paham agama seseorang saya belum tahu. Sepanjang tidak melanggar ketentuan, kami akan ikuti, saya belum tahu detailnya," ujar pria yang menggemari olahraga bulutangkis tersebut.

Menyangkut radikalisme, Sutiaji mengatakan, Kota Malang terus berkomitmen memerangi paham-paham yang dianggap merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Menurut saya radikalisme memang harus kita perangi bersama sesuai dengan kearifan lokal masing-masing daerah," tutupnya.

Seperti diketahui bahwa wacana pelarang penggunaan cadar di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) pertama kali dilontarkan oleh Menag Fachrul Razi. Meski masih berupa kajian, Kemenag menilai ide ini positif dengan alasan keamanan.

Seperti diberitakan oleh ngopibareng.id sebelumnya, wacana tersebut menurut pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Chusnul Mariyah, berpandangan, sebagai upaya untuk mendiskreditkan Islam semakin nyata.

Setelah Islam dipojokkan dengan isu terorisme, HTI, Khilafah, ISIS, Radikalisme, anti Pancasila, intoleransi, sekarang disempurnakan dengan wacana larangan bercadar dan celana cingkrang yang digulirkan Menag Fachrul Razi.

Chusnul Mariyah menilai Fachrul Razi terlalu anggap sederhana radikalisme, dengan mengidentikan berupa simbol cadar dan celana cingkrang.

Sebagai informasi dalam perkenalan anggota Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi telah mengamanatkan Fachrul Razi untuk dapat mengurusi masalah keagamaan, khususnya penangkalan radikalisme.

Terkait hal tersebut, Fachrul Razi mengaku akan mengkaji lebih dalam apa saja yang sudah dilakukan Kemenag terkait penangkalan radikalisme di Indonesia.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Feb 2021 07:59 WIB

Menteri Wakil Bupati

Arif Afandi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, mantan wabup bisa jadi menteri.

14 Feb 2021 14:49 WIB

Menag: Jangan Sembarang Menuduh Orang Terpapar Radikal

Nasional

Menag tidak setuju menudin seseorang dengan mudah terpapar radikali.

04 Feb 2021 12:50 WIB

Menag Imbau Perayaan Imlek Dilakukan Sederhana dan Virtual

Nasional

Demi mencegah penularan Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...