Kasus Bayi Tertukar, Begini Tanggapan RSUD Dr Soetomo

16 Apr 2019 11:55 Surabaya

Kasus bayi yang diduga tertukar di RSUD Dr Soetomo pada Senin 15 April 2019 sempat menghebohkan warga surabaya. Bagaimana tidak, bayi yang awalnya berjenis kelamin perempuan, tiba-tiba menjadi laki-laki pada dua hari kemudian.

Terkait kasus tersebut, pihak RSUD Dr Soetomo memberikan keterangan melalui Humas RSUD Dr Soetomo, Pesta Parulian. Ia mengungkapkan bahwa manajemen sedang menyelidiki kasus ini mulai dari awal pasien masuk ke RS setelah mendapat rujukan dari RS Muhammadiyah Ampel.

"Kita sedang selidiki kasus ini ya, biar tidak menjadi bola liar. Dari awal kami menjalankan SOP dengan sesuai. Kami akan bertanggung jawab terhadap kasus ini mulai dari sisi administratif hingga medis. Bahkan jika memang harus dilakukan tes DNA, kami akan fasilitasi," ujar Pesta kepada ngopibareng.id, Selasa 16 April 2019.

Selain itu, ia menyayangkan adanya omongan yang kurang apik dari kuasa hukum korban kepada media tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu dari pihak manajemen.

"Saya bingung, ada yang mengaku kuasa hukum tapi bisa dibilang tidak sopan kepada kami. Secara administrasi kan mereka tahu kalau berurusan dengan institusi harus konfirmasi secara lisan maupun surat kepada Humas, namun tidak ada. Bahkan kami tidak mendapat surat kuasa dari pasien. Pengacara harusnya tau lah alur seperti itu," ungkapnya.

Bahkan menurut Pesta, pihak RSUD Dr Soetomo juga siap apabila berurusan dengan pengacara tersebut.

"Kami ada tim hukum juga, jadi biar enak nanti antara advokat saling berbicara. Jadi sejauh ini kami akan selidiki semua, mulai dari pihak keluarga (ayah, ibu), dokter dan perawat yang menangani, hingga kalau bisa pengacaranya juga," pungkas Pesta.

Saat dikonfirmasi lebih dalam, Pesta Parulian tidak mau berkomentar terlalu jauh karena menurutnya tim RSUD Dr. Soetomo sedang bekerja dan hasilnya nanti akan disampaikan langsung ke keluarga dan masyarakat. Ia juga tidak berani menyebut kapan deadline kasus ini akan diumumkan kepada keluarga dan publik. 

Penulis : Alief Sambogo
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini