Aktivitas mengaji Al-Quran di pesantren dan rumah-rumah di Nusantara. (Foto: Istimewa)
Aktivitas mengaji Al-Quran di pesantren dan rumah-rumah di Nusantara. (Foto: Istimewa)

Meneduhkan! Ini Pesan Terakhir Nyai Nur Ismah Sebelum Wafat

Ngopibareng.id Khazanah 19 September 2020 09:33 WIB

Nyai Hj.Nur Ismah binti Abdullah Salam, meninggal dunia, Jumat malam, 18 September 2020. Wafatnya isteri KH Ulin Nuha Arwani, Pegasuh Pesantren Yanbu'ul Qur'an Kudus, ternyata menyita perhatian banyak kalangan, tokoh Islam dan kiai pesantren di Indonesia.

Ternyata, Nyai Nur Ismah berkesempatan menyampaikan pesan-pesan terakhir sebelum mengembuskan nafas terakhir. Pesan yang sangat menduhkan, khususnya bagi para santri dan santriwati.

"Barang siapa pernah mengaji Al Qur'an, setelah khatam lalu dibiarkan begitu saja. Mushafnya digantungkan dalam lemari, tidak pernah dibaca kembali, maka Al-Qur'an akan datang pada hari kiamat dengan keadaan menggantung pada orang tersebut seraya berkata kepada Allah "Ya Tuhan, sesungguhnya hambaMu ini telah mencampakkanku. Maka berilah keputusan antara aku dan dia (siapa sebenarnya yang lebih benar dan siapa yang salah?)"

من تعلم القرآن وعلق مصحفه لم يتعاهده ولم ينظر فيه جاء يوم القيامة متعلقا به يقول يا رب إن عبدك اتخذني مهجوراً فاقض بيني وبينه (انس بن مالك)

Demikian pesan Bu Nyai Hj.Nur Ismah, isteri Kiai Ulin Nuha Arwani Kudus.

Di antara duka ketika Bu Nyai Nur Ismah wafat, disampaikan intelektual Muslim, Ulil Abshar Abdalla. Demikian pula disampaikan Ienas Tsuroiya, putri KH Ahmad Mustofa Bisri, yang juga isteri Ulil Abshar Abdalla.

"Mari kita jaga bersama Pakyai dan Bunyai panutan kita," ia mengingatkan.

Catatan tambahan dari Ning Ienas Tsuroiya, yang juga admin dari Pengajian Ihya Ulumuddin asuhan Gus Ulil:

"Kesedihan ini makin mendalam karena saya tahu Bulik Ismah Allahyarham (dan Pakyai Ulin) termasuk tokoh yang sangat disiplin dan patuh protokol kesehatan. Kapan itu saya sempat melihat foto beliau menghadiri suatu acara, beliau mengenakan masker dan faceshield.

"Tapi sebagai tokoh masyarakat, kemungkinan besar beliau berdua sulit menolak tamu, yang sowan untuk berbagai kepentingan. Ini berdasarkan pengalaman saya sendiri sebagai Kepala Satpam Rumah Rembang (Ponpes Rautlatut Thalibin, asuhan Gus Mus, Red), meski posisi saya di Bekasi. Entah berapa orang dan rombongan yang ditolak adik-adik saya di Rembang, ketika mereka minta ijin sowan Abah.

"Tapi selama ini adaa saja yang langsung ambil jalan pintas, berkirim pesan ke Abah. Tentu saja beliau tak sampai hati untuk menolak. Jadi sekali lagi, mohon pengertiannya. Untuk sementara, jangan sowan ke Kyai/Bunyai dulu ya.. Terima kasih."

Demikian catatan duka dari Ienas Tsuroiya, putri Gus Mus, dikutip dari akun facebooknya.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Oct 2020 15:55 WIB

Persebaya Liburkan Pemain Sampai Waktu yang Tak Ditentukan

Liga Indonesia

Persebaya tunggu kejelasan Liga 1

24 Oct 2020 15:30 WIB

Kasus Covid-19 di Asia Tembus 10 Juta

Internasional

India, Bangladesh, Indonesia, dan Filipina terbanyak.

24 Oct 2020 15:20 WIB

Polisi Minta Aksi Unjuk Rasa Terapkan 3M dan Tidak Anarki

Rek, Ojok Angel Tuturane

Polisi meminta pengunjuk rasa taati prokes.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...