Menebar Rahmah dan Islam Ramah, Ini Pesan Gus Yahya di UIN Sunan Ampel

22 Jun 2018 20:01 Ramadhan Bersarung Mangga

"Semangat ramah mengajarkan agar kita berhenti menciptakan kebencian kepada sesama, apalagi atas nama agama," pesan KH Yahya Cholil Staquf.

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengingatkan pentingnya menebarkan Rahmah kepada sesama. Sekaligus, perlunya banyak mendengar kepada lainnya yang berbeda agar tercinta damai tanpa kebencian. 

"Semangat ramah mengajarkan agar kita berhenti menciptakan kebencian kepada sesama, apalagi atas nama agama. Jika semua agama menciptakan teologi kebencian dipastikan peradaban kemanusiaan musnah sebab setiap agama saling menegasikan," kata putra Kiai Cholil Bisri Rembang ini.

Bahkan, tidak jarang pembunuhan masal terjadi, tegas Gus Yahya. "Semangat ini, yang mendorong saya berkunjung ke Israel," tuturnya.

Gus Yahya mengungkapkan hal itu pada acara Halal Bihalal keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, yang dihadiri segenap tenaga pendidik, dosen dan Guru besar serta bersama istri atau suaminya di gedung Sport Center, pada 21 Juni 2018.

 

SERAH TERIMA Prof Masdar Hilmy Rektor UINSA yang baru dilantik dan Prof Abd Ala yang digantikannya foto humas for ngopibarengid
SERAH TERIMA: Prof Masdar Hilmy, Rektor UINSA yang baru dilantik, dan Prof Abd. A'la, yang digantikannya. (foto: humas for ngopibareng.id)

Selain Gus Yahya, yang Wantimpres itu, juga pesan disampaikan KH. Abd Ghafur Maimoen, putra KH. Maimoen Zubair. 

Gus Ghafur mengajak hadirin untuk terus belajar mendengar dari orang lain agar tidak terperangkap merasa paling benar. Karenanya, belajar dari Al-Ghazali, perlunya menyatukan segala potensi agar tidak berbenturan atau konflik. 

"Misalnya, syariah harus bersinergi dengan tasawuf atau tradisi teks bersinergi dengan rasionalitas. Cara ini menjadi jalan kerahmatan --sebagaimana ditawarkan Gus Yahya_ tercinta secara alamiah," tuturnya.

Sementara itu, Prof Masdar Hilmy, Rektor UINSA (yang baru diangkat, periode 2018-2022), mengingatkan pentingnya kebersamaan sebagaimana hikmah Idul Fitri.

"Mudah-mudahan moment seperti ini terus baik. Tidak hanya diawal, tapi terus di tengah dan diakhir masa kepemimpinan. Kita harus berterima kasih kepada Prof. A'la dan tim yang mewariskan peninggalan baik (legacy) dari IAIN ke UIN, termasuk dalam proses perubahan gedung-gedung di lingkungan UIN Sunan Ampel," tuturnya.

Prof Masdar Hilmy, rektor terpilih UINSA masa jabatan 2018-2022, dalam acara Halal Bihalal keluarga besar UIN Sunan Ampel, sekaligus menjadi ajang serah terima jabatan dari Prof Abd A'la, rektor sebelumnya.

"Halal Bihalal menjadi momentum tahunan untuk silaturrahim dalam rangkaian tradisi syawalan plus menyebar kegembiraan mengawali masuk setelah libur panjang hari raya Idul Fitri," kata Masdar Hilmy.

Pada kesempatan itu, Prof. Abd A'la selaku rektor lama menyerahkan secara simbolik laporan kinerja sejak IAIN, UIN dan perencanaan kampus ke depan. "Karenanya, forum ini sekaligus menjadi harapan dan curhat progresif untuk UINSA ke depan agar lebih maju dan turut serta ambil peran dalam memberikan solusi mewujudkan peradaban global yang damai," tambahnya. (adi)