Mendikbud akan Tingkatkan Fungsi Pengawas Sekolah

16 Oct 2018 14:02 Pendidikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan tata kelola pengawas dan kepala sekolah harus diperbarui sehingga mampu menyesuaikan kebutuhan.

“Saat ini perlu ide-ide baru, bahkan paradigma baru ketika berbicara dalam konteks pembinaan tenaga kependidikan. Kedua unsur ini harus disesuaikan dengan tuntutan perubahan dan tantangan kekinian,” kata Mendikbud usai menghadiri Bimbingan Teknis Narasumber Nasional dan Pengajar Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Calon Pengawas Sekolah, di Jakarta, Selasa 16 Oktober 2018.

Menurut Mendikbud era baru yang ditandai dengan perubahan pesat dengan ketidak pastian yang kompleks ini meniscayakan gagasan-gagasan yang dinamis, inovatif dan kreatif.

Karena itu pemerintah harus berani melakukan otokritik yang tajam dalam keseluruhan proses pembinaan tenaga pendidik, khususnya pengawas sekolah mulai dari proses rekrutmen, pengembangan, dan pemberdayaannya.

"Lebih khusus lagi tentang model-model pelatihan dan penguatan kompetensi yang selama ini dilakukan," ujarnya.

Mendikbud juga mengatakan, Khusus yang berkaitan dengan pelatihan, diperlukan review yang menyeluruh, baik yang berkaitan dengan kesiapan dan kelayakan lembaga penyelenggara, metode maupun substansi pelatihan. 

Analisis lebih lanjut adalah esensi dan eksistensi pelatihan di era digital, era millenia dengan generasi industri 4.0 serta era disrupsi. Analisis tersebut melahirkan konklusi bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kapasitas nilainya dan kapasitas profesionalnya. 

Karenanya, Mendikbud berharap pelatihan yang akan dikembangkan  benar-benar menyentuh sisi intristik para peserta. Yakni pelatihan yang futuristik dan berbasis pada problematika dunia baru, abad millenia.

Pelatihan yang tidak sekadar menuntun melainkan memberi tantangan transformasi karakter bagi peserta serta kesempatan bertumbuh secara kognisi, emosi dan estetika. 

“Inilah sisi-sisi perubahan yang harus dipromosikan dalam mereformasi atau merevitalisasi dunia kepelatihan kita,” kata mantan Rektor Unmuh Malang ini ketika berbincang dengan Ngopibareng. (asm)

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini