Menu Salmon Prosperity Ross Yusheng jadi makanan wajib tiap Imlek. (Foto: Theo/ngopibareng.id)

Mencicipi Sajian Imlek Salmon Prosperity Ross Yusheng

Paket Anyar 19 January 2020 00:30 WIB

Menyambut hari raya Imlek 2571, menu Salmon Prosperity Ross Yusheng menjadi sajian di Melati Restaurant, Hotel Tugu Malang.

Menu istimewa ini khusus disajikan mulai 18 Januari sampai 18 Februari 2020.

"Kami memilih tanggal angka tersebut karena mempercayai bahwa angka 8 merupakan angka keberuntungan. Sebab, bentuknya yang tidak putus-putus," tutur Richard Wardana selaku Public Relation hotel, pada Sabtu 18 Januari 2020.

Menu tersebut berisi beraneka macam sayuran dan dilengkapi dengan potongan ikan salmon dan udang yang kesemuanya disusun membentuk wajah tikus.

"Kami design memang membentuk wajah tikus karena shio Tahun Baru Imlek kali ini adalah tikus," ujarnya.

Menu Salmon Prosperity Ross Yusheng, lanjut Richard, merupakan makanan wajib yang dihadirkan saat perayaan Imlek.

Adapun menu tersebut juga dilengkapi dengan berbagai macam penyedal seperti saus wijen, saus pedas dan salt pepper.

"Adapun filosofinya, makanan ini semakin diacak saat akan makan, semakin makmur hidupnya. Saat ditaburi saus wijen, itu melambangkan murah rejeki, usahanya berjalan lancar," sambung Richard.

Selain itu, toko roti Und Corner di hotel tersebut juga mengeluarkan berbagai bingkisan salah satunya seperti Yin Yang Onde-onde Tower.

Menu Tim Yang OndeOnde Tower milik Und Corner Hotel Tugu Malang Foto TheongopibarengidMenu Tim Yang Onde-Onde Tower milik Und Corner Hotel Tugu Malang. (Foto: Theo/ngopibareng.id)

Ada sekitar 90 buah onde-onde yang disusun melingkar menjulang ke atas. Di bagian puncak ada 20 buah kue bolu yang disusun bak bunga mekar.

"Kami susun naik keatas itu maknanya sebagai wujud keberuntungan puncak kemakmuran. Bolu yang berada di atas onde-onde merupakan puncak kemakmuran tersebut," terang Koordinator Und Corner, Meylinda.

Hotel Tugu Malang sendiri terletak di Jalan Tugu, Klojen, Kota Malang. Hotel tersebut juga dihiasi oleh barang-barang klasik untuk menciptakan suasana era kolonial Belanda dan kebudayaan Jawa Peranakan.

Hotel tersebut memiliki 49 kamar, 2 restoran, serta 5 ruang serbaguna. Lokasinya dapat diakses dengan cepat, hanya 5 menit dari Stasiun Malang Kota Baru.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Feb 2020 17:15 WIB

Cegah Konflik Agama, Jusuf Kalla Tekankan Moderasi Beragama

Pemerintahan

Moderasi beragama bisa minimalisir konflik di Timur Tengah.

25 Feb 2020 17:00 WIB

Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Terapi Stroke yang Digunakan di Rumah

Pendidikan

Terapi pasca stroke sekarang bisa dilakukan di rumah.

25 Feb 2020 16:45 WIB

Presiden Diminta Segera Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Jawa Timur

Desakan datang dari koalisi masyarakat sipil mataraman.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.