Menara Runtuh, Kebakaran Melanda Gereja Katedral Notre Dame

16 Apr 2019 07:05 Internasional

Warga Paris, Prancis, dihebohkan dengan kebakaran yang terjadi di Gereja Katedral Notre Dame, pada Senin 15 April waktu setempat.

Menurut pernyataan juru bicara Katedral Notre Dame, Andre Finot, kebakaran salah satu situs warisan dunia UNESCO tersebut telah menghanguskan dua menara lonceng batu ikonik di bagian depan Notre Dame tanpa tersisa sedikit pun.

“Segalanya terbakar. Tak ada yang tersisa dari bingkai (puncak menara Katedral Notre Dame),” ujar Andre Finot.

Melansir dari laman New York Time, dua menara tidak langsung dilahap si jago merah. Api justu lebih dulu membakar bagian kerangka raksasa penyangga bangunan Notre Dame yang terbuat dari kayu.

Puncak menara pun akhirnya runtuh setelah tiang penyangga terbakar selama kurang lebih satu jam setelah kebakaran terjadi.

Foto REUTERSBenoit Tessier
Foto: REUTERS/Benoit Tessier

Gereja Notre Dame merupakan bangunan kuno yang dibangun pada abad 12. Katedral yang menampilkan novel klasik Victor Hugo 'The Hunchback of Notre Dame' itu tengah dalam tahap renovasi, dengan beberapa bagian di bawah perancah dan patung-patung perunggu dikeluarkan minggu lalu untuk pekerjaan.

Karena sedang direovasi itulah banyak benda koleksi relik katedral dan barang-barang suci lainnya dikabarkan tidak ikut terbakar karena sudah diamankan ditempat yang aman.

Meski begitu, banyak ornamen-ornamen bangunan yang bersejarah telah lenyap dilahap oleh api. Bahkan interior kayu Abad Pertengahan ikut terbakar dan hancur akibat dilahap si jago merah.

Lebih lanjut, pihak pengurus juga mengklaim renovasi bangunan tersebut telah menghabiskan dana sebesar 6,8 juta dolar atau sekira 95 miliar rupiah.

Sampai berita ini dinaikkan, belum ada kabar mengenai korban jiwa yang terjadi di kejadian kebakaran tersebut. Belum ada juga laporan mengapa kebakaran itu dapat terjadi.

Untuk menghentikan kebarakan tersebut, pemerintah setempat menurunkan kurang lebih 400 petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api. (yas)

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini