Suasana saat pemutaran film dalam rangkaian Jatim Art Forum 2020 di Sanggar Gresiknesia-Gresik.
Suasana saat pemutaran film dalam rangkaian Jatim Art Forum 2020 di Sanggar Gresiknesia-Gresik.

Membaca Jawa Timur Melalui Film Pendek

Ngopibareng.id Seni dan Budaya 05 December 2020 21:20 WIB

Tak kurang dari 100 penonton memenuhi pelataran Gresiknesia untuk menyaksikan pemutaran film berjudul Asih, Oma Njero, dan Hari Pertama Masuk Sekolah, Jumat 4 Desember 2020 malam.

Acara tersebut adalah rangkaian Jatim Art Forum yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur bekerjasama dengan Gresik Movie dan Gresiknesia yang berperan sebagai tuan rumah.

Penonton yang hadir pun beragam, mulai remaja hingga dewasa. Selain itu juga berasal dari beberapa kota seperti Malang, Sidoarjo, Surabaya dan tentu saja Gresik. Ketua Gresik Movie, Sanove Fadzar mengungkapkan, bahwa dirinya merasa senang dan bangga dengan antusiasme para penonton yang rela datang jauh-jauh dan menyaksikan acara hingga usai.

"Seperti tidak ada Misbar (Gerimis Bubar), di sini. Banyak penonton yang tetap bertahan duduk meski hujan turun. Meski pada akhirnya diskusi dilanjutkan di dalam ruangan. Itu sungguh luar biasa," tuturnya.

Sanove juga mengaku merasa terhormat sebab komunitasnya dipercaya untuk menjadi tuan rumah kegiatan yang diselenggarahkan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur.

Meski lokasi diguyur hujan, acara tetap berjalan dengan hangat. Paska pemutaran film, acara berlanjut dengan diskusi bersama para pengkarya di balik produksi. Di antaranya adalah Heru Purwanto dari Surabaya (Film Asih), Novin Wibowo dari Malang (Film Hari Pertama Masuk Sekolah) dan Gelora Yudhas dari Ponorogo (Film Oma Njero). Diskusi yang bertajuk "Komunitas Film dan Kota" berlangsung menarik dipandu Syska Liana sebagai moderator.

Ditambahkan oleh Syarif Wajabae dari Departemen Film Dewan Kesenian Jawa Timur juga mengatakan bahwa Jatim Art Forum bidang film tahun ini berjalan lancar. Hal ini bisa terwujud atas kerjasama yang baik dari jajaran pengurus

DKJT, Sineas Penyaji, Penonton, maupun tuan rumah. "Diskusi yang hangat dan terasa sekali rasa kekeluargaan. Beberapa ide menarik juga usulan-usulan kami tampung dan catat. Bahkan ada juga beberapa Kawan Sineas yang siap untuk saling kolaborasi. Dan kami (Dewan Kesenian Jawa Timur) sebisa mungkin terus mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini," terangnya.

Jatim Art Forum adalah acara rutin tahunan yang diselenggarahkan Dewan Kesenian Jawa Timur yang menyuguhkan enam bidang seni di antaranya: Tari, Musik, Teater, Sastra, Seni Rupa dan Film, digelar sejak 29 November-6 Desember 2020.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Jatim Art Forum kali ini disebar penyelenggaraannya di beberapa kota Jawa Timur, di antaranya adalah Malang, Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan Lamongan.

Diadakan di sebuah tempat yang berbentuk kedai kopi, Jatim Art Forum terasa begitu intim. Penonton yang datang saling berjejaring dan bertukar informasi untuk membicarakan film di Jawa Timur.

"Malam ini kami sungguh merasakan energi positif. Semoga semangat dan kekeluargaan ini senantiasa terjaga untuk kemajuan perfilman di Jawa Timur" tutup Syarif WB.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Jan 2021 17:37 WIB

Jawa Timur Tambah 888 Kasus, Kota Madiun Terbanyak

Reportase

Tujuh zona merah dan satu zona kuning di Jawa Timur.

25 Jan 2021 17:22 WIB

Basarnas Surabaya Terjunkan Tim Selam Cari Korban Tabrakan Kapal

Surabaya

Kejadian tabrakan kapal terjadi pada Sabtu, 23 Januari 2021 dini hari.

25 Jan 2021 17:10 WIB

Song Yoo-jung Diduga Bunuh Diri, Pemakaman Digelar Tertutup

ngopiK-pop

Pihak agensi tak menyebutkan penyebab kematian Song Yoo-jung.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...