Memanusiakan ODGJ, Lamongan Raih Penghargaan Soekarwo

31 Oct 2018 23:50 Jawa Timur

Penanganan pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dilakukan UPT Puskesmas Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan mampu membawa kota Soto meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik dalam kompetisi Kelompok Budaya Kerja 2018 Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diterima Bupati Fadeli dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo di ruang Rapat Hayam Wuruk Kantor Sekretariat Daerah Propinsi Jawa Timur, Rabu 31 Oktober 2018.

Untuk penanganan ODGJ Puskesmas Laren membentuk Kelompok Budaya Kerja (KBK) Komunitas Peduli Jiwa (Kopi Jala) yang dipelopori oleh Kepala UPT Puskesmas Laren, dr Desi Fanni Rahmawaty.

Kopi Jala ini seperti disampaikan Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan dibentuk karena kompleksnya permasalahan penanganan pasien jiwa di UPT Puskesmas Laren.

Pasien jiwa ini, karena berbagai hal sering tidak teratur berobat. Sehingga proses penyembuhan juga tidak bisa tuntas. Padahal berdasar data UPT Puskesmas Laren, ada 121 pasien ODGJ di wilayah mereka dan 17 di antaranya dipasung.

"Agar mereka mau teratur, kami membentuk KBK Kopi Jala. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan memepercantik Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Laren agar mereka nyaman," ujarnya.

KBK Kopi Jala kemudian melaksanakan secara rutin Posyandu Jiwa, senam kesehatan jiwa bersama pasien ODGJ. Pasien jiwa diajak berekspresi melalui pembacaan puisi serta mengajari membuat kerajinan tangan.

"KBK Kopi Jala juga memanfaatkan Mobil Sehat sumbangan Pak Bupati (Fadeli) untuk melaksanakan home care khusus pasien jiwa," katanya.

Manfaat KBK Kopi Jala ini diungkapkan oleh Abdul Syukur, salah satu ODGJ yang sudah sembuh.

Dia menuturkan telah menderita gangguan jiwa selama lebih dari 25 tahun. Namun tidak rutin berobat, sehingga penyembuhannya tidak pernah tuntas.

Sejak ada KBK Kopi Jala, dia rutin berobat dan bisa sembuh sama sekali. Bahkan kini dia memiliki ketrampilan memangkas rambut dan menjahit.

"Setelah ada Posyandu Jiwa oleh Puskesmas Laren, ada petugas yang secara rutin mendatangi Saya. Akhirnya Saya teratur minum obat dan bisa berkarya," kata Abdul Syukur. (tok)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini