SIAP: Para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang siap KKN ke luar negeri. (foto: ist)
SIAP: Para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang siap KKN ke luar negeri. (foto: ist)

Memahami Budaya Mengembangkan Islam, Ini KKN Internasional UMM

Ngopibareng.id Khazanah 22 March 2018 14:46 WIB

Apresiasi Universitas Muhammadiyah Malang terhadap mahasiswa yang berkegiatan di luar negeri, tentunya dalam aspek sosial dan pengabdian masyarakat. Selain itu program ini memberikan pilihan terhadap mahasiswa dalam menjalankan perkuliahan terutama untuk pelaksanaan KKN.

“Selain seleksi yang ketat, ada beberapa misi yang harus dibawa mahasiswa peserta KKN Internasional, yakni memperkenalkan budaya, pariwisata dan tentunya UMM di dunia Internasional”.

Demikian kata Wakil Direktur II Bidang Pengabdian Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM, Dr. Masduki, M.Si, dalam keterangannya diterima ngopibareng.id.

Ia mengungkap hal itu terkait kesempatan mahasiswa UMM untuk merasakan iklim belajar internasional sangat luas. Berbagai kerjasama internasional yang dijalin pihak universitas memperbesar peluang ini. Salah satu yang dapat diikuti yaitu program dari AIESEC UMM, Global Volunteer yang merupakan program tahunan AIESEC UMM yang bertujuan untuk menggalakan kegiatan sosial di luar negeri.

Menariknya kini Global Volunteer yang diselenggarakan oleh AIESEC UMM dapat diekuavalensikan menjadi nilai Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk para pesertanya. Program tersebut bernama KKN Internasional.

Perlu diketahui, pelaksanaan KKN International UMM terbuka untuk mahasiswa dari berbagai program studi. Sama halnya dengan KKN di Indonesia, KKN International juga dilaksanakan selama satu bulan. Untuk dapat menjadi peserta KKN International, tidak ada kuota spesifik yang ditentukan.

“Kami lihat animonya, tidak ada kuota khusus. Karena nantinya mereka tetap harus menjalani seleksi dulu,” pungkas Masduki.
Vice President Outgoing Global Volunteer AIESEC UMM, Ika Risna, menambahkan nantinya peserta KKN Internasional akan disebar ke negara Thailand untuk menyelenggarakan kegiatan sosial di kota tujuan mereka.

"Untuk jumlah kelompok di setiap kotanyanya tidak akan sama karena setiap kota memiliki masalah sosial budaya yang berbeda-beda. Dan setiap masalah membutuhkan solusi yang berbeda agar tepat sasaran dan efisien,” ujar Ika.

Menetapkan negara Thailand sebagai lokasi KKN, Ika mengaku telah mempertimbangkan hal tersebut dengan matang,salah satunya mengingat bahwa biaya hidup di Thailand relatif lebih murah dibanding dengan negara-negara lain di Asia.

Di samping itu ada sebuah projek tentang pendidikan yang dapat mengembangkan skill mahasiswa UMM. Ketika berada di Thailand, peserta KKN International UMM akan melaksanakan project tentang Quality Education SDGs 4 dengan nama projek Sawasdee.

“Bisa buat negara di Asia dan Eropa, tapi memang yang kita suggest atau prioritasnya yang living cost nya murah dan project nya bagus seperti Sawasdee Thailand Project ini,” ungkap Ika.

Meski begitu, Ika menjelaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan jika nantinya ada peserta yang memilih negara lain untuk KKN seperti Turki, Ukraina atau Polandia. Dengan mengembangkan dakwah, melalui pendidikan, para akademisi tersebut mampu memahami budaya di negeri lain untuk mengembangkan Islam. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Nov 2020 09:58 WIB

Tak Berizin, 2 Baliho Rizieq Syihab Dicopot Satpol PP Kota Malang

Jawa Timur

Bisa ingin dipasang kembali, harus diurus dulu izinnya.

24 Nov 2020 09:44 WIB

Angkat Umat dari Kejahiliyahan, Ini Munas Tarjih Muhammadiyah

Khazanah

Tarjih sebagai dapur pemikiran keagamaan

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...