Melihat Kembali Catatan Proses Penetapan Hari Jadi Surabaya (…lanjutan)

Melihat Catatan Proses Penetapan Hari Jadi Surabaya (...lanjutan)

Jejak Peradaban 27 May 2020 20:10 WIB

Minggu ini, kota Surabaya akan memperingati tanggal 31 Mei sebagai hari jadi kota yang ke 727. Namun dapat dipastikan, tidak akan ada keramaian layaknya peringatan pada tahun tahun sebelumnya. Namun, bukan berarti hari penting itu lantas terabaikan karena dampak pandemic Covid-19.

Berikut catatan proses penetapan hari jadi kota Surabaya, yang terjadi pada tahun 1975 silam. Siapakan walikota Surabaya yang secara resmi menetapkan hari jadi kota pada tanggal 31 Mei 1293 itu?

Pada tulisan sebelumnya, catatan proses penetapan ini telah diawali oleh walikota Soekotjo. Kini giliran walikota Soeparno, yang menjabat walikota sejak tahun 1974 – 1979.

Kalau kita mengingat peristiwa peringatan hari jadi kota pada tahun 1974, maka di sana sesungguhnya ada kekosongan peringatan hari jadi, karena kota Surabaya sudah tidak memperingati hari jadinya yang sebelumnya tertanggal 1 April dan saat itu (1974) masih belum ditentukan hari jadi berdasarkan kajian yang baru oleh tim. Tim masih dalam proses mencari hari jadi yang sesuai dengan karakter local.

Suasana yang semestinya ada peringatan itu tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Kabar rencana perubahan Hari Jadi Surabaya sudah mempengaruhi opini masyarakat warga kota. Apalagi waktu itu, tulisan tentang sejarah dan hari jadi Surabaya banyak muncul di mediamassa.

Selain itu, secara kebetulan walikota Surabaya juga baru diganti, masa jabatan R.Soekotjo sudah berakhir. Sejak tanggal 23 Januari 1974, tampuk pimpinan kota Surabaya sebagai Walikotamadya Surabaya beralih kepada Kolonel R.Soeparno.

Walikota Surabaya Soeparno 19741979Walikota Surabaya Soeparno 1974-1979

Kendati demikian, DPRD Surabaya tidak berhenti membahas masalah kaji ulang penetuan hari Jadi Kota Surabaya. Sesuai dengan jenjang pembahasan berikutnya, permasalahan itu diajukan oleh Pimpinan dalam forum Panmus (Panitia Musyawarah) yang diadakan tanggal 29 Mei 1974.

Kesimpulan rapat Panmus disampaikan dengan surat Pimpinan DPRD Surabaya No.84/DPRD/SK tanggal 26 Juni 1974 yang ditujukan kepada Walikota Surabaya.

Walikotamadya Surabaya R.Soeparno (walikota Surabaya R.Soeparno menggantikan jabatan R.Soekotjo, terhitung sejak 23 Januari 1974) tidak langsung membalas surat dari DPRD Surabaya itu.

Baru tiga bulan kemudian dengan surat No.01000/23 tanggal 25 September 1974, Walikotamadya Surabaya, R.Soeparno, memberikan penegasan bahwa, kembali mengusulkan tanggal 31 Mei 1293 untuk ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Surabaya.

Untuk mempertegas maksud itu, Walikotamadya Surabaya R. Soeparno menyampaikan penjelasan lisan dalam forum Rapat Peleno Terbuka DPRD Surabaya tanggal 7 November 1974.

Dari Rapat Pleno DPRD Surabaya itu, kemudian dibentuk Pansus (Panitia Khusus) untuk mengadakan penilaian terhadap usul yang disampaikan oleh Walikota Surabayas tersebut.

Anggota Pansus DPRD Kotamadya Surabaya yang membahas usulan tentang penetapan Hari jadi Kota Surabaya itu sebanyak 15 orang dengan ketua Eddy Sutrisno dan wakil ketua H.A. Zakky Ghoefron.

Anggotanya adalah: Sutrisno BA, Hasan Ibrahim SH, Muchsin SH, Munahir, Bambang Rudjito, J.Sugiyanto, Anas Thohir Syamsudin, R.Sumono Hs, Drs.J.Karmeni, Ahadin Mintarum, Umar Buang, Kaptiyono, Drs.Nana Sumantri (Soera ing Baia).

Selama berlangsungnya pembahasan di DPRD Surabaya, setidaknya ada delapan kali rapat-rapat yang secara khusus untuk menetapkan Hari Jadi Surabaya itu. Secara berturut-turut tanggal 8, 9, 13, 16, 18 dan 30 Januari 1975, serta dilanjutkan tanggal 3 dan 10 Februari 1975.
Rapat-rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Surabaya itu selalu mencapai quorum, sesuai tata tertib, sehingga dinyatakan sah.

DPRD Kotamadya Surabaya melalui Surat Keputusan nomor 02/DPRD/Kep/75 tertanggal 6 Maret 1975 menetapkan hari jadi kota Surabaya pada 31 Mei 1293.

Selanjutnya hasil keputusan DPRD itu dikembalikan kepada pemerintah Kotamadya Surabaya untuk disyahkan oleh Walikota Soeparno melalui Surat Keputusan Walikotamadya nomor 64/WK/75 tanggal 18 Maret 1975 tentang hari jadi kota Surabaya yang jatuh pada 31 Mei 1293.

Maka sejak bulan Maret 1975, kota Surabaya memiliki penanda hari jadi yang baru, 31 Mei 1293. Satu bulan kemudian, tanggal 31 Mei 1975, kota Surabaya memperingati untuk kali pertama peringatan hari jadi per tanggal 31 Mei. "Dirgahayu Kota Surabaya ke 727".

Penulis : Nanang Purwono (Begandring Soerabaia)

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Sep 2020 20:51 WIB

Banyak Barisan Melarat, MA: Aku Gak Gelem Suroboyo Melarat Terus

Pilkada

Surabaya penuh kepalsuan. Masyarakat tahu yang sesungguhnya.

20 Sep 2020 20:40 WIB

Harga Tomat Anjlok hingga Rp300 per Kilogram

Jawa Timur

Petani tomat merugi, pedagang yang untung.

20 Sep 2020 20:28 WIB

Valentino Rossi Celaka di MotoGP Emilia Romagna

MotoGP

Valentino Rossi mengalami petaka di MotoGP Emilia Romagna.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...