Melapangkan Kesusahan Saudaranya, Penting Bagi Muslim

04 Oct 2019 02:26 Islam Sehari-hari

Islam mengajarkan umatnya untuk saling menyayangi. Hal itu terejawantah dalam konsep solidaritas sosial. Bahkan, lebih utama lagi, karena pesan Rasulullah SAW, hubungan sesama Muslim adalah sesama saudara, dalam iman.

Sebagaimana disabdakan Rasulullah Muhammad SAW:

1)مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، *نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ،

1). Sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat.”

Karena balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan. Hadits-hadits tentang masalah ini banyak sekali. Misalnya, sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَإِنَّـمَـا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ

Wa innama yarhammullahu min 'ibaadihirrahman.

Sesungguhnya Allâh menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang.

Al–Kurbah (kesempitan) ialah beban berat yang mengakibatkan seseorang sangat menderita dan sedih. Meringankan (at-tanfîs) maksudnya berupaya meringankan beban tersebut dari penderita.

Sedangkan at-tafrîj (upaya melepaskan) dengan cara menghilangkan beban penderitaan dari penderita sehingga kesedihan dan kesusahannya sirna.

Balasan bagi yang meringankan beban orang lain ialah Allâh akan meringankan kesulitannya. Dan balasan menghilangkan kesulitan adalah Allâh akan menghilangkan kesulitannya.

Seorang Muslim hendaknya berupaya untuk membantu Muslim lainnya. Membantu bisa dengan ilmu, harta, bimbingan, nasehat, saran yang baik, dengan tenaga dan lainnya.

Seorang Muslim hendaknya berupaya menghilangkan kesulitan atau penderitaan Muslim lainnya. Bila seorang Muslim membantu Muslim lainnya dengan ikhlas, maka Allâh Azza wa Jalla akan memberikan balasan terbaik yaitu dilepaskan dari kesulitan terbesar dan terberat yaitu kesulitan pada hari Kiamat.

Oleh karena itu, seorang Muslim mestinya tidak bosan membantu sesama Muslim.

Amal kebaikan seseorang tentu tidak dapat ditebak kapan akan dilakukan. Bisa saja, seseorang di saat itu pula memberikan kebaikan kepada orang lain. Karena kebaikan seseorang itu akan muncul dengan sendirinya jika dibutuhkan.

Contohnya ketika ada orang yang jatuh dari motor, terkadang sangat sulit orang mau berhenti dan turun dari kendaraannya. Tapi berbeda dengan orang tulus yang baik hatinya, secara reflek ia akan membantu jika melihat orang lain sedang dalam kesusahan atau kesulitan.

Jika seorang muslim mendapat suatu kebaikan, dianjurkan untuk membalas kebaikan itu. Jika tidak sanggup, minimal mendoakan orang yang memberi kebaikan tersebut, dengan doa yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW di bawah ini.

“Jazaakallahu khairan.”

Artinya:” Semoga Allah membalasmu dengan ganjaran yang baik.”

Doa ini memang sangat sederana dan tampak mudah di ucapkan. Tapi dalam realitanya masih banyak orang yang berat untuk mengucapkan doa ini kepada orang yang telah berbuat baik kepadanya.

Semoga Allâh Azza wa Jalla akan menghilangkan kesulitan kita pada hari Kiamat. Amin.