Pemimpin ultras Juve melakukan pemerasan terhadap klub kesayangan mereka sendiri. (Ilustrasi suporter Juventus/@juventusfc)

Melakukan Pemerasan, Pemimpin Ultras Juve Diburu Polisi

Liga Italy 16 September 2019 16:26 WIB

Para pemimpin Ultras Juventus ditangkap dan diburu kepolisian setempat. Upaya penangkapan ini dilakukan oleh aparat keamanan setempat setelah ada dugaan mereka terlibat dalam berbagai aksi kriminal seperti kekerasan, pemerasan, dan pencucian uang.  

Karena tak semua tertangkap, polisi berkoordinasi dengan kejaksaan di Turin untuk mengeluarkan berbagai langkah pencegahan terhadap sejumlah petinggi Ultras Juve yang diduga terlibat.

Saat ini kepolisian setempat juga sedang memburu para pemimpin Ultras Juve di berbagai kota di Italia. Dipimpin oleh pasukan khusus di Turin yang disebut Digos, mereka terus melakukan investigasi terhadap kejahatan yang terorganisir ini.

Kelompok-kelompok Ultras yang diduga terlibat dalam kejahatan ini di antaranya adalah: Drughi, Tradizione-Antichi Valori, Viking, Nucleo 1985, Quelli di via Filadelfia. Selain organisasi Ultras ini, juga ada 40 elemen lain yang juga sedang diselidiki keterlibatannya.

Saat ini, Digos dengan dibantu kepolisian di kota-kota lain, sedang melakukan pencarian di  Piedmont- Alessandria, Asti, Biella, Como, Savona, Milan, Genoa, Pescara, La Spezia, L'Aquila, Florence , Mantua, Monza dan Bergamo.

Seperti diungkapkan oleh kepolisian setempat, kelompok-kelompok Ultras Juventus ini ditengarai marah besar dan melakukan serangkaian aksi kriminal, terutama pemerasan terhadap Juventus, karena hak-hak istimewa yang sebelumnya diberikan pada mereka dicabut pada akhir musim 2017-2018 lalu.

Investigasi mengenai kasus ini sebetulnya sudah dilakukan selama setahun terakhir setelah perusahaan Juventus mengeluhkan adanya pemerasan yang dilakukan oleh kelompok Ultras mereka.

Dilaporkan Tuttosport, dari situlah, polisi kemudian melakukan penyadapan dan kegiatan investigasi lain, polisi menemukan bukti yang tidak bisa dibantah oleh mereka. Bukti-bukti itu adalah pemerasan terhadap perusahaan, yang bertujuan untuk mengembalikan keuntungan yang mereka dapatkan dari hak istimewa yang mereka miliki sebelumnya.

Kasus ini bukanlah yang pertama, sebelumnya salah satu pemimpin Ultras Juve Loris Grancini diamankan polisi menyusul upaya pembunuhan karakter terhadap salah satu pejabat melalui akun pribadi di facebook.  

Kasus ini tentu saja sangat merugikan bagi sepak bola Italia yang sejak kasus Calciopoli semakin meredup. Serie A yang dulu pernah dilabeli sebagai kompetisi terbaik di dunia ini bisa jadi kian ditinggalkan para penggemar.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Jul 2020 15:55 WIB

Jokowi Minta Capaja TNI-Polri Melek Teknologi

Nasional

Dunia berubah dengan cepat ditandai dengan disrupsi teknologi yang telah

07 Jul 2020 10:45 WIB

Diperkosa di Ruman Aman, Menteri PPPA Minta Pelaku Dipecat

Nasional

Anak permepuan diperkosa di rumah aman di Lampung Timur.

06 Jul 2020 06:19 WIB

Ledakan di Menteng, Polisi Lakukan Pemeriksaan Mendalam

Nasional

Lebih dari petasan, tak memunculkan api

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...