Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan 1 Laksamana Madya TNI Yudo Margono menunjukkan pergerakan kapal nelayan asing melalui layar yang tersambung kamera intai Pesawat, Sabtu, 4 Januari 2020. (Foto: Antara)

‘Mbalelo’ Kapal China Hari Ini Masih Keruk ‘Harta Karun’ Natuna

Internasional 05 January 2020 14:30 WIB

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI Laksamana Madya TNI Yudo Margono menyatakan hingga Minggu, 5 Januari 2020 kapal nelayan China masih bertahan di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Menurut Pangkogabwilhan I, kapal-kapal asing tersebut bersikukuh melakukan penangkapan ikan secara legal yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna.

"Mereka didampingi dua kapal penjaga pantai dan satu kapal pengawas perikanan China," kata Yudo Margono dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AL di Tanjungpinang, Kepri, Minggu, 5 Januari 2020.

Yudo menegaskan bahwa TNI sudah melakukan gelar operasi dengan menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal asing tersebut keluar dari Laut Natuna.

"Kami juga gencar berkomunikasi secara aktif dengan kapal penjaga pantai China agar dengan sendirinya segera meninggalkan perairan tersebut," katanya menegaskan.

Operasi ini, kata dia, tidak memiliki batas waktu sampai kapal China betul-betul angkat kaki dari wilayah maritim Indonesia.

"Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana. Besok akan kami gerakkan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal itu," katanya.

Sampai saat ini, kata dia, tindakan yang dilakukan TNI masih bersifat persuasif dengan memperingati kapal China bahwa mereka sudah menerobos sekaligus menangkap ikan secara ilegal di Laut Natuna.

"TNI mengedepankan upaya damai dalam menangani persoalan ini," katanya menambahkan.

Pangkogabwilhan I turut menyampaikan berdasarkan pantauan TNI pada saat ini yang terdeteksi memasuki Laut Natuna hanya kapal nelayan China.

Kapal nelayan dari negara lain, seperti Vietnam, tidak berani lagi masuk ke zona tersebut.

"Kapala nelayan Vietnam sudah banyak kami tangkap, jadi mereka tidak berani lagi," kata Yudo.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Jun 2020 17:11 WIB

24 Pengawas dan Kasek SMA di Banyuwangi Rapid Test Usai Dilantik

Jawa Timur

Hasil rapid test 10 pengawas dan 14 kepala sekolah di Banyuwangi negatif.

03 Jun 2020 16:56 WIB

BIN Gelar Rapid Test Massal, Sebanyak 537 Peserta 47 Reaktif

Surabaya

BIN gelar rapid test massal di Gunung Anyar, Surabaya.

03 Jun 2020 16:42 WIB

BIN Pastikan Rapid Test Massal Aman untuk Warga

Surabaya

Viral di media sosial soal ajakan untuk menolak ikut rapid test massal.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...