Mercy Limousine ini pernah menjadi mobil kepresidenan era Bung Karno tahun 1963. Pendukung Mbak Puti janjikan ajak keliling dengan mobil ini jika Mbak Puti mampir Bojonegoro. (Foto: Facebook)

Mbak Puti akan Diajak Keliling dengan Mobil Kakeknya, Jika Mampir Bojonegoro

07 Mar 2018 17:29

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Pendukung Puti Guntur Soekarno yang ada di Bojonegoro janjikan ajak Puti keliling Kota Bojonegoro dengan Mercy Limousine, seandainya dia mampir ke kota minyak ini. Mercy yang akan ditunggangi oleh Puti ini, bukan sembarang Mercy. Mobil antik ini pernah menjadi tunggangan kakek Puti, Presiden Soekarno.

Mercy limousine ini adalah milik Moh. Subekhi. Dia adalah pemilik Hotel MCM di Bojonegoro. Bagi Subekhi, Mercy limousine ini sangat istimewa sekali. Bukan hanya karena memiliki sejarah yang berkaitan dengan Presiden Soekarno, tapi sangat berliku untuk mendapatkannya.

Awalnya, sebagai pecinta Soekarno, Subekhi mempunyai keinginan untuk memiliki barang-barang yang pernah dipakai oleh Presiden Soekarno. Dia sebenarnya sudah memiliki buku karangan Soekarno, "Di Bawah Bendera Revolusi". Namun dia merasa masih kurang dengan koleksinya itu.

Dia kemudian mencoba membuka-buka Facebook. Di salah akunnya, ada seseorang yang menyebut mempunyai kendaraan yang pernah dipakai pejabat tinggi pada masa Soekarno. Dia adalah kolektor mobil di Jakarta.

"Saya kemudian mencoba menjalin komunikasi dengan kolektor tersebut. Saya ke Jakarta beberapa kali. Tapi saya tak langsung mengutarakan keinginan saya. Saya cuma bilang ingin silaturahmi," kata Subekhi.

Usaha pendekatan Subekhi berjalan sangat lama. Dia memperkirakan hampir setahun lebih dia menjalin komunikasi dengan kolektor tersebut. Hingga akhirnya suatu saat, dia memberanikan diri untuk mengutarakan maksudnya.

"Saya bilang, saya ini pecinta Soekarno. Kalau bisa, saya ingin mendapatkan barang-barang yang pernah dipakai oleh Presiden Soekarno," ujar Subekhi kepada kolektor tersebut.

Subekhi pun kemudian dibukakan pintu garasi mobil yang menjadi tempat penyimpanan mobil-mobil antik milik kolektor tersebut. Begitu dibuka, Subekhi merasa kaget dengan koleksi mobil kolektor tersebut. "Saya bilang, terus terang saya tidak mampu kalau harus membelinya," kata Subekhi.

Tapi jawaban kolektor itu, sangat mengagetkan Subekhi. "Sudahlah Pak tak usah dipikirkan," kata Subekhi menirukan ucapan kolektor tersebut. Si kolektor itu pun, memilihkan sebuah mobil yang dianggap cocok untuk Subekhi. Pilihan jatuh ke sebuah mobil Mercy limousine yang pernah dipakai Soekarno.

Subekhi hanya diminta untuk uang sejumlah Rp 4 juta untuk biaya angkut mobil ke Bojonegoro ditambah dengan Rp. 500 ribu untuk asuransi pengiriman.

Namun meski kolektor tersebut tak membanderol harga tertentu untuk melepas koleksinya, Subekhi cukup tahu diri. Dia berusaha meminta nomor rekening bank milik kolektor tersebut. Tujuannya agar bisa mengirim uang mahar. Namun Subekhi enggan membocorkan besaran uang mahar yang harus ia keluarkan untuk menebus Mercy limousine tunggang Soekarno tersebut. "Tak usahlah. Tak enak kalau dikasih tahu," ujar dia.

Nah, jika Puti Guntur Soekarno mampir ke Bojonegoro, mobil inilah yang dijanjikan akan dipakai untuk keliling Bojonegoro. Tak hanya itu, Subekhi juga menawarkan kamar hotelnya untuk Puti Guntur Soekarno. "Nanti kalau memang jadi, kita bisa ngobrol antara Mbak Puti dengan Soekarnois yang ada di Bojonegoro," harapnya.