KH Maimoen Zubair, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang.

Mbah Moen: Awas! Golongan Khawarij Berontak Menolak Hasil Pilpres

Politik 21 May 2019 17:15 WIB

Apapun keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU), kalah atau menang, wajib kita menerimanya. Dan menolak keputusan KPU hukumnya haram (Bughot) sama dengan memberontak. Menurut fiqih NU, tindakan "bughot" haram, atau larangan keras.

Demikian pesan disampaikan KH Maimoen Zubair, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang.

"Terlepas ada perasaan tidak puas, kecewa dan lain-lain, menurut fiqih Aswaja, pengadilan satu-satunya jalan yang disyariatkan oleh Islam. Di luar pengadilan tidak ada keadilan. (Laa yuqamul a'dalatu Illa bilmahkamati)," tuturnya, dikutip ngopibareng.id, dari muslimmoderat, Selasa 21 Mei 2019.

Adapun yang menginginkan keadilan di luar pengadilan mereka golongan Khawarij. Golongan yang sejak zaman sahabat menjadi virus yang gerogoti umat Islam.

Saat ini golongan Khawarij ditengarai merencanakan pemberontakan di Indonesia dengan memanfaatkan Pilpres sebagai pintu masuk melumpuhkan urat nadi umat Islam Indonesia. Warga NU harus waspada jangan sampai termakan oleh propaganda mereka yang nyata-nyata bertentangan dengan akidah Ahlusunah waljamaah.(adi)

"Adapun yang menginginkan keadilan di luar pengadilan mereka golongan Khawarij. Golongan yang sejak zaman sahabat menjadi virus yang gerogoti umat Islam".

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Sep 2020 22:30 WIB

KPU Blitar Beberkan Aturan Kampanye saat Pandemi

Pilkada

Sejumlah aturan menerapkan protokol kesehatan ketat.

19 Sep 2020 21:40 WIB

KPU Gresik Tak Ingin Pilkada Jadi Klaster Covid-19

Jawa Timur

Ajak pasangan taati PKPU yang ada.

19 Sep 2020 20:00 WIB

Konser Musik Pilkada Saat Pandemi, Cita Citata Punya Sikap Beda

Selebriti

Ia menolak tawaran manggung live di tengah pandemi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...