Mau Liburan, Cobain Deh Akses Baru di Indonesia

01 Jan 2019 21:33 Gerak Wisata

Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat menikmati liburan Tahun Baru kepada rakyat Indonesia. Tak lupa, Jokowi mengajak masyarakat menggunakan infrastruktur yang baru dibangun pemerintah seperti bandara, pelabuhan, jalur kereta dan jalan tol saat liburan.

Melalui akun media sosialnya, Jokowi juga mengajak warga net untuk menceritakan pengalaman berlibur orang terdekat. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga ingin mendengar dan membaca renungan akhir tahun dan resolusi tahun baru.

"Akhir tahun ini kalian di mana? Apa yang baru? Adakah yang seru? Saya ingin mendengar dan membaca pengalaman berlibur bersama keluarga dan teman-teman, renungan akhir tahun, juga resolusi tahun baru dari kalian," ucap Jokowi.

Mengutip Laporan 4 Tahun Jokowi-JK, Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 11 bandar udara yang dimulai pada periode 2015-2018 alias kurun waktu 4 tahun. Sebagian bandara bahkan sudah level bandara internasional.

"Selama periode 2015 sampai 2018 total ada 10 bandara baru yang sudah dioperasikan. Silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, bandara-bandara tersebut diantaranya Bandara Letung (Anambas, Kepri), Bandara Namniwel (Maluku), Bandara Miangas (Sulawesi Utara), Bandara Morowali (Sulawesi Tengah), Bandara Werur (Tambrauw, Papua Barat), dan Bandara Maratua (Kalimantan Utara).

Kemudian ada Bandara Koroway Batu (Tanah Merah Papua), Bandara Internasional Kertajati (Majalengka, Jawa Barat), Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (Samarinda, Kalimantan Timur), Bandara Tebelian (Sintang, Kalimantan Barat), dan Bandara Internasional Banyuwangi (Jawa Timur).

Selama 4 tahun juga, ribuan kilometer (km) jalan nasional sudah dibangun. Sampai 2018 telah terbangun 3.432 km jalan nasional. Tidak hanya jalan nasional, merintah juga membangun jalan bebas hambatan alias jalan tol. Hingga 2018 sudah terbangun 941 km.

Untuk jalur kereta api, pemerintahan Jokowi juga telah membangun jalur kereta api sepanjang 754,59 km spoor dan peningkatan dan rehabilitasi jalur sepanjang 413,6 km spoor.

Pembangun rel kereta api di luar pulau Jawa pun makin digencarkan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah mempercepat pembangunan jalur KA yang akan menghubungkan Kota Makassar hingga Parepare sepanjang sepanjang 145 km.

Lebih lanjut, pembangunan Light Rail Transit (LTR) dilakukan di Jawa dan Sumatera Selatan. LTR Palembang dicanangkan melayani 13 stasiun per Oktober kemarin. Di daerah Jakarta, LRT dan Mass Rapid Transit (MRT) dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2019 mendatang.

Sementara, jalur laut juga dikebut. Total ada 27 pelabuhan baru yang dibangun oleh 4 BUMN pelabuhan. Termasuk di antaranya Pelabuhan Kuala Tanjung, dan Pelabuhan Makassar. Selain infrastruktur pelabuhan, pemerintah juga terus meningkatkan konektivitas antar pulau lewat Tol Laut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sektor pariwisata bagi Indonesia saat ini sudah menjadi core ekonomi yang menyumbang devisa sangat besar bagi perekonomian nasional. Menurutnya, meningkatkan aksesibilitas merupakan kebutuhan yang memang harus dipenuhi.

“Pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur dan aksesibilitas pariwisata nasional yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Hasilnya, devisa pariwisata pada 2017 tumbuh 14,77% dari 2016,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ditambahkannya, sebagai core ekonomi, pariwisata Indonesia menjadi salah satu yang terbaik ditingkat regional. Peningkatan indeks daya saing berdasarkan data World Economic Forum (WEF), tahun 2013 Indonesia pada posisi 70, 2015 pada posisi 50, dan 2017 pada posisi 42, sedangkan target 2019 berada pada posisi 35.

“Tahun 2019, pariwisata Indonesia difavoritkan menjadi yang terbaik di kawasan regional, bahkan melampaui ASEAN,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain itu, World Travel and Tourisme Council (WTTC), mengumumkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata tertinggi nomor 9 di dunia.

“Jadi di Asia kita nomor 3 dan di ASEAN kita nomor 1. Nanti tahun 2019, pariwisata Indonesia diproyeksikan menyumbang devisa terbesar di Indonesia yaitu US$20 miliar, dan dampak devisa yang masuk langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," pungkas Menpar Arief Yahya. (*)

Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini