Puluhan massa dari berbagai ormas masih kepung asrama mashasiswa Papua, meski aparat kepolisian sudah memfasilitasi dialog. (Foto: Faiq/ngopibareng.id)

Mahasiswa Papua Bantah Rusak Bendera Merah Putih

Surabaya 16 August 2019 23:47 WIB

Juru bicara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Dorlince Iyowau membantah telah melakukan pengrusakan bendera merah putih di depan asrama. Selain itu, ia juga membantah tidak mengibarkan bendera merah putih.

"Pengrusakan bendera itu tidak benar. Tapi sengaja ada yang menggiring opini seakan kami yang merusak bendera, Itu kami tidak tahu-menahu," kata Dorlince

Ia mengaku bahwa bendera sudah terpasang mulai kemarin. Namun beberapa saat kemudian bendera itu hilang.

"Tidak lama, sekitar pukul 15.20 WIB sejumlah orang berpakaian seragam TNI dan Satpol PP mendatangi asrama. Mereka lalu rusak semua pagar. Mereka maki-maki kami dengan kata-kata rasis," kata Dorlince, Jumat, 16 Agustus 2019.

Tak lama setelah itu, lanjut Dorlince, sekelompok ormas datang dan melempari batu hingga mengakibatkan kaca asrama pecah.

"Mereka sedang dobrak-dobrak pintu depan dan belakang asrama Papua. Kami terkurung di aula. Sampai saat ini ormas, tentara, dan Pol PP belum masuk. Masih di luar pagar," katanya.

Usai Maghrib, massa semakin banyak mendatangi lokasi. Massa melempar batu dan benda seadanya ke dalam asrama. Nampak dari luar, beberapa mahasiswa yang terkepung di dalam beberapa kali menengok dari kaca bagian atas dan di pintu tengah.

Sekitar pukul 20.00 WIB, massa coba dialihkan oleh kepolisian karena akan ada diskusi antara pihak kepolisian dengan salah satu perwakilan mahasiswa.

Sekitar pukul 21.10 Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mendatangi lokasi. Awak media belum diberi keterangan apapun. "Bentar ya nanti selesai saya diskusi," ujarnya.

Sementara sumber warga bernama Abdul mengaku melihat salah satu mahasiswa Papua merusak tiang bendera dan membuang bendera merah putih ke dalam selokan. Kejadian ini terjadi usai salat Jumat.

Hal senada juga diungkap Muhammad, salah satu perwakilan massa dari Laskar Pembela Islam, mengaku datang bersama ratusan orang setelah melihat foto tiang bendera merah putih yang telah dipatahkan oleh mahasiswa Papua bereda di grup whatsapp.

"Di satu grup (WhatsApp) bendera merah putih dipatahkan dan dibuang di selokan. Ini kelihatan tiangnya, saya lihat di grup Aliansi Pecinta NKRI," kata Muhammad, saat ditemui di lokasi.

Usai melihat foto tersebut, kata Muhammad, massa langsung bergegas menuju Asrama Mahasiswa Papua sekitar pukul 14.30 WIB. Namun setibanya di depan asrama, mereka mendapati bendera tersebut telah kembali terpasang.

Dia tidak semudah itu percaya, setelah mengamati tiang bendera tampak ada patahan di bagian tiang, sama persis dengan yang ada di foto. "Pantaskah bendera kita dibuang di selokan," katanya.

Penulis : Faiq Azmi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 22:34 WIB

Eri-Armuji dapat Nomor 1, PDIP Surabaya: Itu Ilham dari Tuhan YME

Pilkada

Angka 1 dianggap mempunyai nilai filosofi.

24 Sep 2020 20:42 WIB

Penyintas Covid-19 Ditinggal Tetangga Dirangkul Khofifah

Feature

Penyintas Covid-19 jadi garda terdepan sosialisasi protokol kesehatan.

24 Sep 2020 19:29 WIB

Datangi Bantaran Kali, Eri Ingin Tata Kawasan Stren

Pilkada

Eri menyampaikan pidato dengan judul ‘Kerja untuk Surabaya’.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...