Massa Geruduk Konjen Australia, Minta Veronika Dideportasi

20 Sep 2019 15:59 Surabaya

Ratusan massa dari Aliansi Pemuda Penegak Hak Asasi Manusia (APP HAM) mendatangi Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya. 

Mereka mendesak Pemerintah Australia segera mendeportasi tersangka kasus provokasi kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papau, Veronika Koman. 

Ratusan massa ini juga membawa beberapa spanduk dan poster yang bertuliskan antara lain "Veronica Adalah Provokator Pemecah Suku, Bangsa Agama dan Ras", "Tangkap dan Adili Veronica Koman", hingga "Veronica Koman is Provokator, Serahkan Kepada Negara Kami"

Selain itu, massa juga membawa beberapa foto Veronica hingga membentangkan beberapa bendera merah putih.

Koordinator aksi, Choirul Anam mengatakan Veronica Koman adalah provokator yang menyebabkan kerusuhan di Papua.

"Bagi kami, melindungi pelaku kejahatan adalah bentuk ketidakpatuhan atas rasa keadlian dalam menegakkan Hak Asasi Manusia. Negara kami akan terus bersuara akan hal ini," kata Choirul usai aksi, Jumat 20 September 2019.

Choirul menambahkan Veronica kini berada di Australia dan berdalih sebagai pegiat HAM. Namun, dia menyebut Veronica merupakan provokasi yang memecah belah bangsa.

"Australia adalah negara pegiat HAM dan tetangga baik kita. Australia juga pasti tidak ingin negaranya terpecah belah. Kami datang ke sini meminta Australia jangan melindungi pemecah belah bangsa," katanya.

Kata Choirul, ujaran rasialisme dalam aksi kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan berdampak besar. Karena ujaran ini memicu aksi demonstrasi besar-besaran di Papua dan Papua Barat.

Veronica Koman telah melakukan suatu pembohongan publik, yaitu mengolok-olok negaranya sendiri, dengan provokasi adanya pelanggaran HAM. Veronica menganggap dirinya seolah sebagai hakim yang memutuskan suatu perkara tanpa melihat keadilan.

Karena itu, Choirul menegaskan aksi ini merupakan bentuk peringatan kepada negara-negara lainnya untuk tidak mengintervensi hukum di Indonesia.

"Ini peringatan buat negara-negara lainnya untuk tidak mengintervensi hukum di negara kami. Kami mendukung langkah Polri untuk mengusut tuntas kerusuhan di Papua," kata Choirul.

Penulis : Haris Dwi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini