Ilustrasi memakai masker menyebabkan hipoksia?

Masker Menyebabkan Hipoksia?

Kesehatan 16 May 2020 19:14 WIB

Beredar informasi bahwa masker dapat menyebabkan hipoksia. Hipoksia adalah keadaan di mana kekurangan pasokan oksigen di dalam sel dan jaringan tubuh, bisa berakibat hilangkesadaran. 

Informasi itu telah telah menyebar di 10 negara yaitu Meksiko, Venzuela, Kolombia, Chili, Argentina, Ekuador, Guatemala, Spanyol, Brazil dan Perancis.

Asosiasi pemeriksaan fakta internasional, melalui situs poynter.org, menyatakan setidaknya ada lima artikel yang telah diperiksa para pemeriksa fakta di dunia pada 30 April hingga 13 Mei.

Mereka mengonfirmasi bahwa tidak ada risiko hipoksia dalam penggunaan masker. Pengguna masker justru penting pada situasi pandemi COVID-19.

Di Kolombia, informasi  terkait masker menyebut bernapas berulang kali di dalam masker dapat "memabukkan pengguna," menyebabkan "ketidaknyamanan, kehilangan refleks, dan kesadaran."

Informasi yang salah itu lantas menyarankan pengguna untuk mengenakan masker "Jika Anda berhadapan dengan seseorang di depan Anda" dan "buka masker setiap 10 menit." Tapi, semua saran itu menurut pakar medis adalah cara yang salah.

Di Brazil, terdapat informasi salah bahwa "udara di dalam masker kadaluwarsa diubah menjadi karbon dioksida" dan menghirupnya akan menyebabkan pusing. Hal itu tidak benar.

Disinformasi dan kebohongan, di sisi lain, bisa sangat, sangat berbahaya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan masker selama masa pandemi COVID-19 untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Penggunaan masker tidak menimbulkan risiko bagi pengguna.

Tim pemeriksa fakta Animal Político dari Meksiko, pada 30 April, dalam artikel cek-fakta mereka telah menekankan: "Tidak ada jenis masker wajah menyebabkan hipoksia".

Mereka juga menambahkan "Meski pun benar bahwa masker wajah dapat menghasilkan sensasi yang tidak menyenangkan, jangan khawatir, itu normal. Menggunakan masker wajah tidak akan menyebabkan kekurangan oksigen apa pun. Pada kenyataannya, hipoksia hanya dapat disebabkan oleh merokok, menghirup gas, atau mengekspos diri anda ke tempat yang tinggi - bukan dengan menggunakan pelindung mulut, masker, atau filter. "

Namun, hoaks terkait masker yang menyebabkan hipoksia telah menyebar ke seluruh Amerika Latin dan mencapai Eropa dalam waktu kurang dari dua pekan.

Sebelumnya pada 4 April, Kantor Berita AFP menemukan hoaks yang sama beredar di Chili, Brazil dan Perancis. Tim pemeriksa fakta menemukan artikel hoaks itu dimuat pada dua situs web dan enam halaman Facebook dalam tiga bahasa berbeda: Inggris, Spanyol, dan Portugis. 

Dalam waktu yang bersamaan ada empat unggahan hoaks mengenai hal tersebut dalam bahasa Spanyol di Facebook yang telah dibagikan 24.800 kali, bahkan sebelum pemeriksa fakta AFP mengonfirmasi konten tersebut.  

Ada kemungkinan bahwa hoaks yang dideteksi oleh ColombiaCheck dan Agência Lupa pada 7 April memiliki beberapa jaringan ke semua konten sebelumnya.

Namun, cek fakta yang diterbitkan di Kolombia dan Brazil didasarkan pada unggahan di aplikasi percakapan WhatsApp dan media sosial Twitter. Hoaks tersebut layak mendapat perhatian maksimal karena telah melampaui batas negara, perbedaan bahasa, dan jenis platform media sosial yang dipakai.(ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 14:05 WIB

Ditilang Karena Tak Bermasker Dalam Mobil, Ini Kata Jubir Satgas

Nasional

Media sosial ramai membincangkan warga yang ditilang akibat tak bermasker .

18 Sep 2020 13:45 WIB

Surabaya Masuk Daftar Kandidat Tempat Pembukaan Piala Dunia

Dunia

Menpora nilai Surabaya paling siap.

18 Sep 2020 13:25 WIB

Helikopter PT NUH Mendarat di Paniai Ketinggian 4.700 dpl

Timur Indonesia

Basarnas belum bisa melakukan evakuasi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...