Masjid Transit Dikelola Makin Ciamik

07 Jun 2019 14:36 Arif Afandi

Ada fenomena baru terkait dengan tingginya mobilitas manusia. Kini makin banyak masjid yang secara sadar melayani para musafir alias orang yang bepergian lewat darat.

Mereka melengkapi masjidnya dengan berbagai fasilitas untuk orang yang lewat. Mulai dari toilet dan kamar mandi yang banyak, sampai dengan petugas pengatur lalu lintas kendaraan yang akan keluar masuk lingkungan masjid.

Bahkan, lingkungan masjid pun berkembang menjadi semacam rest area atau tempat peristirahatan bagi musafir. Di jalan-jalan nasional yang menjadi jalur antar kota banyak tumbuh usaha tempat makan dan jajanan.

Masjid Al Mansur, Lembupuro, Mirit, Kebumen, misalnya. Tempat ibadah di Jalan Dandeles atau jalur pantai selatan Jawa Tengah ini menyediakan banyak kamar mandi dan toilet. Juga tempat parkir luas yang nyaman bagi mobil yang mampir untuk salat.

Tak hanya itu. Tahun ini, di sekitar masjid tumbuh warung dan pusat oleh-oleh yang dikelola warga. Mulai dari makanan berat sampai dengan makanan ringan. Juga tersedia aneka minuman yang asyik untuk dinikmati usai salat. Asyik.

Di sisi jalan di atas pintu utama Masjid Al Mansur ada running light. Isinya ucapan selamat dari takmir masjid dan tempat usaha di sekitarnya. Jadi semacam ruang sponsorship pendukung masjid. Sangat maju dan visioner takmirnya.

Jalan Dandeles yang setiap tahun selalu bertambah mulus kini makin ramai. Sepanjang jalan banyak warung dan rumah makan berdiri. Jika dulu pusat makanan hanya di kampung Ambal dengan sate ayamnya, kini sampai mendekati perbatasan Purworejo juga ada.

Running light berisi ucapan dari takmir dan pelaku usaha sekitar masjid
Running light berisi ucapan dari takmir dan pelaku usaha sekitar masjid.

Yang lagi ngetren warung mie ayam dan bakso. Hampir setiap ruas bermunculan warung yang sama. Juga makin banyak kios Pertamini. Kios pom bensin yang menggunakan pompa tapi berukuran kecil. Umumnya di depan kios atau rumah penduduk.

Semua itu menunjukkan volume kendaraan di jalan jalur selatan Jateng itu makin padat.  Rumah makan dalam skala besar juga mulai tumbuh di sejumlah ruas jalan tersebut. 

Saya hampir setiap tahun sejak punya istri orang Purwokerto menjadi langganan jalan itu. Dulu kalau kita ingin makan, harus memilih jalan utama karena banyak pilihan. Kini di jalur selatan pun tak perlu takut kelaparan. Pilihan makan makin beragam.

Di sepanjang jalan, masjid yang nyaman untuk mampir salat dan istirahat juga makin besar jumlahnya. Tentu dengan berbagai fasilitas yang membuat nyaman para pejalan. Tidak harus menunggu ada pom bensin. Eh, pom bensin besar yang lengkap fasilitasnya juga sudah ada.

Masjid, belakangan memang mengalami revolusi dalam pengelolaan. Tidak hanya di jalan-jalan nasional. Tapi juga di mall atau pusat perbelanjaan. Makin banyak pengusaha yang menyediakan fasilitas beribadah untuk ummat muslim tersebut. 

"Kami bangun masjid yang besar di dalam mall. Juga dipakai salat Jumat. Masjid itu melengkapi masjid yang telah ada selama ini," kata Direktur Pakuwon Sutandi suatu ketika. Di Surabaya, makin banyak mall yang menyiapkan musholla dan masjid bagus untuk pelanggannya.

Juga makin banyak masjid yang sekaligus menjadi destinasi pariwisata. Misalnya Masjid Namira di Lamongan, Masjid Ahmad Dahlan di Gresik, dan Masjid Raudlatul Muchlisin di Jember. Masjid-masjid itu dibikin para pengusaha kaya dan dikelola secara profesional.

Di Masjid Namira Lamongan, orang bisa merasakan seperti salat di Masjid Nabawi Madinah. Karpetnya, arsitekturalnya, ademnya, dan wanginya. Banyak rombongan ibu-ibu pengajian yang berkunjung ke masjid itu setiap saat. 

Di perkotaan, juga makin banyak masjid yang dipasangi penyejuk ruangan untuk kenyamanan jamaah. Tidak hanya masjid di perumahan mewah. Tapi juga banyak masjid kampung yang melengkapi AC agar jamaan jenak saat beribadah. 

Ini jelas fenomena yang menyenangkan. Fungsi masjid makin berkembang. Tidak hanya menjadi tempat ibadah semata. Tapi juga memberikan fasilitas makin lengkap bagi mereka yang membutuhkan.

Menurut Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, jumlah masjid di seluruh Indonesia ada 800 ribuan. Belum termasuk langgar, surau dan Musholla. Jumlah yang lebih banyak dibanding di Arab Saudi sekalipun. (Arif Afandi)

Penulis : Arif Afandi


Bagikan artikel ini