Petugas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, tengah membersihkan sajadah di dalam masjid. (Foto: Andhi Dwi/Ngopibareng.id)

Masjid Al Akbar Surabaya Akhirnya Nyerah, Tiadakan Salat Jumat

Surabaya 16 April 2020 10:00 WIB

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, akhirnya berencana untuk tak menyelenggarakan salat Jumat mulai 17 April 2020, besok. Padahal, sebelumnya masjid terbesar di Indonesia Timur ini masih tetap menyelenggarakan salat Jumat meski dengan menerapkan jarak minimal antarjemaah.

Sekretaris Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Helmy M. Noor mengatakan, pada Selasa, 14 April 2020 kemarin, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menginstruksikan kepada pengurus masjid untuk meniadakan salat Jumat esok hari.

“Memperhatikan imbauan dari Pemprov Jatim tertanggal 14 April 2020, kepada Masjid Nasional Al-Akbar. Maka mulai Jumat 17 April, salat Jumat di Masjid Al Akbar ditiadakan, sampai kondisinya memungkinkan,” kata Helmy, kepada Ngopibareng.id, Kamis, 16 April 2020.

Helmy mengungkapkan, kebijakan tersebut diberlakukan, mengingat kondisi Jawa Timur (Jatim) khususnya Surabaya yang semakin tak kondusif.

“Mengingat eskalasi penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya semakin tinggi,” jelas Helmy.

Helmy pun ingin, agar masyarakat dapat memahami dengan situasi saat ini. Ia juga tak mau, Masjid Nasional Al Akbar menjadi klaster baru dari penyebaran Covid-19.

“Terima kasih kepada para jemaah dan semua pihak yang selama pandemi Covid-19 ini telah sabar, patuh dan disiplin. Serta semoga tetap mewujudkan pelaksanaan SOP secara ketat dalam pelaksanaan ibadah salat Jumat,” jelasnya.

Menurut Helmy, jika ada masjid yang ingin menerapkan salat Jumat, sebaiknya memiliki protokol keamanan yang cukup ketat. Agar Covid-19 tak semakin menyebar luas.

“Ada 12 SOP di Masjid Al Akbar Surabaya. Seperti menyemprot masjid dengan desinfektan, menyediakan sabun di area toilet, pemeriksaan suhu tubuh, pakai handsanitizer, gunakan bilik sterilisasi, jamaah wajib mengenakan masker," kata Helmy.

Selain itu, imam, khotib dan muazdin juga wajib menggunakan masker. Durasi sholat diperpendek, shaf salat berjarak, alas kaki dibawa masuk namun dimasukkan kantong plastik. Ada tiga dokter dan ambulan yang siap, serta ada relawan masjid yang selalu sedia menerapkan semua SOP,” ungkapnya.

Helmy berharap agar masyarakat senantiasa berdoa, supaya pandemi Covid-19 segera berakhir. Ia ingin semua jamaah bisa melaksanakan sholat seperti sebelumnya.

“Semoga Alloh segera mengangkat virus Corona dari Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia, agar kita bisa salat Jumat lagi,” tutup Helmy.

Penulis : Andhi Dwi Setiawan

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Aug 2020 14:30 WIB

3 Orang Tewas di India, Pelaku Diduga Hina Nabi Nabi Ditangkap

Internasional

Status FB diduga hina Nabi Muhammad picu kerusuhan di India.

13 Aug 2020 14:15 WIB

Film The Birth of a Nation: Aksi Perjuangan Kebebasan Budak

Film

Perjuangan budak kulit hitam dalam film The Birth of a Nation.

13 Aug 2020 13:56 WIB

Destinasi Kuliner Kali Kurung, Kreativitas Pemuda di Tengah Covid

Paket Anyar

Destinasi Kuliner Kali Kurung, Banyuwangi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...