Ma'ruf Amin Ditolak ke Ponpes Darussalam Garut, Ini Jawaban PBNU

01 Dec 2018 10:00 Nasional

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, memberikan klarifikasi atas pembatalan rencana kunjungan KH Ma'ruf Amin ke Pondok Pesantren Darussalam Wanaraja Garut Jawa Barat. Kata dia, pembatalan kunjungan KH. Ma'ruf  Amin itu dalam kapasitas sebagai Mustasyar atau Dewan Panasihat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bukan sebagai Cawapres.

Kata Said Aqil, pihak pondok minta kunjungan itu dijadwal ulang, karena  pondok sudah mengagendakan akan menghadiri  reuni PA 212, di Jakarta Minggu, 2 Desember2018.

"Penundaan itu sudah disampaikan ke PCNU Garut, yang merekomendasikan kunjungan KH Ma'ruf Amin ke Pondok Pesantren Darussalam Wanaraja Garut. Bukan ditolak," kata KH Said Aqil ketika dihubungi ngopibareng.id, Sabtu, 1 Desember 2018.

Menurut Aqil, PBNU sudah mengkonfirmasi ke PWNU Jawa Barat dan dan PCNU Garut, penjelasannya bahwa tuan rumah Pondok Pesantren Darussalam tidak bisa menerima kunjungan Mustasyar PBNU itu, karena ada agenda lain.

PCNU tidak bisa memaksa Darussalam harus menerima kunjungan Ma'ruf Amin. Menurutnya, PCNU sebagai penyelenggara hanya merekomendasikan pesantren yang akan dikunjungi Ma'ruf.

"Kita tidak bisa paksakan harus bisa diterima, karena memang sepenuhnya kewenangan pesantren," kata Aqil.

Waktu itu PCNU Garut merekomendasikan sejumlah pesantren. Namun, hanya ada tiga yang dijadwalkan disambangi Ma'ruf, yakni  Ponpes Al Jawiyyah, Al Falah Biru dan Al Musadaddiyah yang berada di wilayah Garut.

PBNU  tidak mempermasalahkan permintaan Pondok Pesantren Darussalam agar kunjungan KH Ma'ruf Amin, ditunda. Pembatalan kunjungan Mustasyar PBNU jadi heboh, karena dikaitkan dengan posisinya sebagai calon wakil presiden nomor 01 berpasangan dengan calon presiden Jokowi.

Ditanya apakah PBNU akan menjatuhkan sanksi kepada Pondok Pesantren Darussalam yang berani membatalkan kunjungan KH Ma'ruf Amin, KH Said Aqil Siroj mengatakan, ini soal kecil, kasuistis tidak perlu dibesar besarkan. Masih banyak pondok pesantren yang menerima dan ingin mengundang KH Ma'ruf Amin. (asm)

Reporter/Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini