Marc Marquez. (Foto: Twitter/@marcmarquez93)

Marc Marquez Menuntut Pembekuan Kontrak Pembalap

MotoGP 27 April 2020 19:24 WIB

Pembalap Repsol Honda Marc Marquez menuntut tim-tim MotoGP membekukan kontrak para pembalapnya seperti yang dilakukan pada pengembangan mesin dan aerodinamis hingga akhir 2021. Hal ini dirasa perlu dilakukan di tengah krisis akibat pandemic Covid-19.

Marquez sendiri baru saja memperbarui kontraknya selama empat tahun. Artinya, jika kontrak itu tidak dibekukan dan balapan MotoGP musim ini tak terselenggara, maka kontraknya hanya tersisa tiga tahun saja.

Meski Dorna berencana menggelar MotoGP berbasis di Eropa pada Juli hingga November 2020 mendatang, sampai saat ini semuanya dalam ketidakpastian.

"Situasinya sulit. Dalam kasus saya, saya sudah memperbarui selama empat tahun dengan Honda," Ucap Marquez pada Marca yang dikutip dari Crash

"Tetapi memang benar bahwa ada banyak yang belum menandatangani kontrak, termasuk saudara lelaki saya (Alex). Saya yakin mereka semua ingin menunjukkan bahwa mereka pantas mendapat tempat di MotoGP, Moto2 atau Moto3.”

"Mungkin tim harus berpikiran sedikit lebih terbuka, karena salah satu hal yang sudah dilakukan adalah membekukan sepeda motor dari 2020 hingga 2021.

"Saya pikir ini langkah bijak karena anggaran tim juga akan terpengaruh oleh virus ini. Mengapa tidak melakukan hal serupa dengan membekukan kontrak pengendara? Bekukan dan seakan tahun ini tidak terjadi.”

Sayangnya, semua kebijakan itu di luar jangkauannya. Marquez sendiri merasa tenang karena sudah menandatangani perpanjangan kontrak.

Terlepas dari dorongan yang ia lakukan terkait pembekuan kontrak pembalap, Marquez sendiri berharap masih bisa balapan di tahun ini. Sebab, ia menilai di situlah seorang pembalap bisa menunjukkan nilai dan levelnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh rekan setim sekaligus adik kandungnya, Alex Marquez. Menurutnya, meski ia bisa saja mendapatkan perpanjangan kontrak tanpa harus berkeringat, itu bukan yang ia harapkan.

Membalap di lintasan dan meraih prestasi terbaik dianggapnya sebagai cara yang tepat untuk mendapatkan perpanjangan kontrak.

"Yang saya inginkan adalah balapan dan memenangkan pembaruan melalui hasil saya, bukan pembaruan tanpa balapan," kata Alex. 

"Itu bisa terjadi (perpanjangan kontrak tanpa balapan), tapi mudah-mudahan tidak. semoga, kita akan memiliki banyak balapan tahun ini.

"Mengapa tidak berlomba di Malam Tahun Baru? Saya harap ada balapan dan saya bisa mendapatkan pembaruan (kontrak) karena hasil balapan. Saya harus menunjukkan bahwa saya layak berada di tempat itu. Melakukan hasil yang baik adalah satu-satunya aset untuk dapat memperbarui untuk Repsol Honda."

Pimpinan tim Petronas Yamaha, Razlan Razali, adalah orang pertama yang menyarankan bahwa, jika tidak ada balapan musim ini, maka kontrak 2020 harus dibawa ke musim 2021.

Saat ini hanya lima pembalap, yakni Marquez, Fabio Quartararo, Maverick Vinales, Alex Rins dan Tito Rabat yang memiliki kontrak untuk tahun 2021. Dari mereka, hanya Quartararo yang berganti tim, sementara tidak satu pun dari kelima pembalap itu yang berganti pabrikan.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 22:11 WIB

Tempe H Farkhan Sejak 1969, Harganya Pernah 1 Ringgit di Jombang

Feature

Usaha tempe berusia 51 tahun di Jombang, Jawa Timur.

07 Aug 2020 22:00 WIB

Foto Penyemprotan Disinfektar Setelah Plt Walikota Medan Positif

Nasional

Plt Walikota Medan Akhyar Nasution positif corona.

07 Aug 2020 21:45 WIB

Pemeriksaan Selesai, Djoko Tjandra Pidah ke Rutan Salemba

Hukum

Djoko Tjandra dipindah menjadi kewenangan Dirjen Pas Kemenkum HAM.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...