Kakek BS, pelaku pencabulan anak dibawah umur (foto: Hujaini/ngopibareng.id)

Kakek Cabuli Gadis Bawah Umur di Tambak Udang

Kriminalitas 29 April 2020 21:06 WIB

Kelakuan kakek di tengah pandemi corona ini patut dihukum berat. Karena kakek berinisialBS, 64 tahun, warga Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi diduga melakukan pencabulan terhadap anak gadis berusia 10 tahun.

Pelaku ua kali melakukan perbuatan bejat pada korban. Atas perbuatannya itu, akhirnya ia harus mendekam dalam tahanan polisi.

"Pada bulan April 2020 ada seorang kakek melalukan pencabulan pada anak di bawah umur. Anak tersebut berumur sepuluh tahun," kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Rabu, 29 April 2020.

Kasus ini terungkap setelah salah seorang warga secara tidak sengaja melihat BS berada di sebuah bangunan di area tambak udang bersama korban.

Curiga dengan gerak-gerik BS, warga tersebut kemudian merekam aktivitas kakek BS dari jarak belasan meter. Warga ini hanya bisa merekam gerakan kakek BS yang hanya tampak setengah badan bagian atas saja.

"Kemudian diambil video oleh saksi namun tidak diunggah. Ini salah satu alat bukti yang kita dapatkan," kata mantan Kapolres Probolinggo ini.

Video tersebut kemudian disampaikan pada orang tua korban. Karena tak terima perbuatan pelaku terhadap anaknya, orang tua korban melapor ke Polresta Banyuwangi. Setelah mendapatka cukup bukti, akhirnya polisi menggelandang pelaku ke kantor untuk menjalani pemeriksaan. 

Sejumlah barang bukti diamankan, diantaranya, kaos pendek warna putih, rekaman video dan uang tunai Rp6 juta dan bukti lainnya yang mendukung kasus ini. Dari barang bukti tersebut, akhirnya polisi menetapkan pelaku sebagai tersangka.

"Alat bukti yang kita dapatkan menyatakan bahwa yang bersangkutan memang benar-benar melaksanakan perbuatan tersebut dan kita tahan," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka yang masih tetangga korban ternyata sudah dua kali melakukan perbuatan asusila itu. Perbuatan yang pertama dilakukan di dalam kamar rumah tersangka.

Agar luput dari jerat hukum, tersangka sempat mengajak damai keluarga korban. Namun ajakan damai ini tidak digubris oleh keluarga korban. Uang yang rencananya digunakan untuk damai itupun disita oleh Polisi sebagai barang bukti.

"Tersangka kita jerat dengan pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Menjadi Undang-undang," katanya. 

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Aug 2020 15:15 WIB

Kantongi Rekom dari Luar Partai, Gus Yani: Saya Masih Kader PKB

Pilkada

Usung perubahan untuk Gresik.

11 Aug 2020 15:03 WIB

Siswi SMP Olah Kulit Pisang Jadi Nugget dan Pupuk Cair

Teknologi dan Inovasi

Masih muda tapi sudah berprestasi

11 Aug 2020 14:57 WIB

Ini Deretan Pemain Top yang Menjadi Korban Zidane

Liga Spanyol

Terbaru, Gareth Bale dipastikan dicoret dari daftar pemain Madrid

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...