Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. (Foto: The Star)

Mantan PM Malaysia Najib Razak Divonis 12 Tahun Penjara

Internasional 28 July 2020 20:21 WIB

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak divonis 12 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, Selasa 28 Juli 2020.

Pria 67 tahun ini dinyatakan terbukti bersalah atas semua dakwaan skandal korupsi lembaga investasi negara 1MDB (1Malaysia Development Berhad), pencucian uang dan penyalahgunaan wewenang.

"Sebagai kesimpulan, setelah mempertimbangkan semua bukti dalam persidangan ini, saya menyatakan bahwa jaksa berhasil membuktikan kasus ini," kata hakim Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali di persidangan.

Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur juga menjatuhkan pidana denda terhadap Najib sebesar 210 juta ringgit atau Rp718 miliar atas tujuh dakwaan yang berkaitan dengan pencurian dana kekayaan negara dalam skandal 1MDB.

Dilansir The Star, Najib juga divonis 10 tahun penjara untuk masing-masing tiga dakwaan terkait Undang-Undang Pidana Pelanggaran Kepercayaan (CBT), dan 10 tahun penjara atas pencucian uang.

Hakim menuturkan semua hukuman penjara akan dijalani Najib secara bersamaan.

Tujuh dakwaan tersebut yakni satu tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, tiga dakwaan kejahatan penyalahgunaan wewenang (CBT), dan tiga tuduhan pencucian uang.

Hakim akhirnya memvonis Najib setelah proses persidangan skandal 1MDB kembali dibuka pada 2018, tak lama setelah dirinya lengser dari kursi perdana menteri.

Najib mendirikan 1MDB ketika menjabat pada 2009 untuk mempercepat pembangunan ekonomi Malaysia. Namun organisasi itu mengakumulasi miliaran utang.

Penyelidik Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menuduh setidaknya USD$4,5 miliar telah dicuri dari dana tersebut dan dicuci oleh rekanan Najib untuk membiayai film-film Hollywood, membeli hotel, kapal pesiar mewah, karya seni, perhiasan, dan pemborosan lainnya. Lebih dari USD$ 700 juta dari dana tersebut diduga masuk ke rekening bank Najib.

Sementara itu, istri Najib, Rosmah Mansor, dan beberapa pejabat dari partai UMNO juga dituntut atas tuduhan korupsi. Malaysia juga menyeret bank investasi AS, Goldman Sachs, ke pengadilan karena diduga menyesatkan investor atas penjualan obligasi untuk 1MDB.

Selama ini, Najib membantah atas seluruh tuduhan yang menjeratnya dalam kasus 1MDB. Dia menyebut penuntutan atas dirinya sebagai serangan politik. Senada, tim pengacara Najib mengatakan bahwa kliennya sebagai korban dalam kasus itu.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 01:00 WIB

Sejarah Baru, Pilwalkot Semarang Diikuti Calon Tunggal

Pilkada

Pilwalkot Semarang akan diikuti calon tunggal untuk pertama kalinya.

24 Sep 2020 00:43 WIB

Penangguhan Penahanan, Vicky Prasetyo Bayar Jaminan Rp200 Juta

Gosip Artis

Kebebasan Vicky Prasetyo tidak gratis. Dia bayar uang jaminan Rp200 juta.

24 Sep 2020 00:14 WIB

Masker Kain Standar SNI untuk Lawan Covid-19

Nasional

Masker kain untuk lawan Covid-19 harus berstandar SNI.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...