Mantan juara tinju dunia Floyd Mayweather (kanan), dan korban meninggal di lutut polisi Minneapolis, George Floyd. (Foto:Reuters/ngobar)

Mantan Juara Dunia Mayweather akan Hadiri Pemakaman Geroge Floyd

Internasional 02 June 2020 10:59 WIB

Mantan juara tinju asal AS Floyd Mayweather menyatakan akan menghadiri upacara pemakaman George Floyd, warga kulit hetam yang meninggal dibunuh polisi, Senin 25 Mei lalu di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota.

George Floyd  meninggal karena lehernya ditekan dengan lutut oleh seorang polisi  Minneapolis, dan proses pembunuhan itu hingga kematiannya direkam dari jarak 2 meter oleh seorang warga. Video kematian Floyd itu kemudian jadi viral ke seluruh penjuru dunia. 

Wafatnya seorang warga kulit hitam tidak bersenjata di tangan petugas polisi segera memicu gelombang kemarahan di seantero AS.

Keluarga Floyd telah menerima tawaran Mayweather untuk menghadiri upacara pemakamannya. "Dia mungkin akan marah kepada saya karena mengatakan hal ini, tapi ya, Mayweather akan menghadiri upacara pemakamannya," kata Ellerbe, salah seorang keluarga korban.

Pengacara keluarga Floyd pada Senin mengatakan upacara pemakaman akan diselenggarakan pada hari Selasa 9 Juni, atau 15 hari setelah kematiannya, di Houston.

Sebelum itu, keluarga akan melakukan upacara peringatan atau memorial service pada Sabtu di North Carolina, kota kelahiran Floyd.

Hasil otopsi resmi yang dirilis pada Senin menyatakan Floyd meninggal dunia karena lehernya tercekik. Dicekik dengan lutut.

Petugas polisi yang melakukan kekerasan tersebut, Derek Chauvin, didakwa melakukan pembunuhan tingkat tiga dan melakukan kelalaian yang berakibat pada wafatnya Floyd.

Sementara itu, aksi unjuk rasa akibat kematian George Floyd tidak saja meluas di AS, tapi juga di beberapa negara Eropa; Jerman, Yunani, Prancis dan negara-negara lain.

Dalam protes damai ribuan demonstran meneriakkan "tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian" dan "sebutkan namanya. George Floyd." Mereka mengangkat tanda bertuliskan: "Dia bilang aku tidak bisa bernapas. Keadilan untuk George." 

Aksi demo damai dengan posisi jongkok, lutut kanan di tanah, kini jadi trend di AS dan beberapa negara di Eropa, merujuk bagaimana anggota polisi bernama Derek Chauvin itu menekan leher George Floyd hingga tewas. (Ant/nis)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

06 Jul 2020 07:02 WIB

Jaga Selamat, Muhammadiyah Putuskan Gelar Tanwir Daring Juli 2020

Khazanah

Hasil Rapat Pimpinan Muhammadiyah Tingkat Pusat

06 Jul 2020 06:46 WIB

Pancasila dan Penjual Sate Madura, Terasa Cerdiknya

Humor Sufi

Humor selalu mencairkan suasana tegang

06 Jul 2020 06:19 WIB

Ledakan di Menteng, Polisi Lakukan Pemeriksaan Mendalam

Nasional

Lebih dari petasan, tak memunculkan api

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...