Desi Arryani, mantan Dirut PT Jasa Marga. (Foto:Antara)

Mantan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani Jadi Tersangka

Korupsi 23 July 2020 18:36 WIB

Mantan Dirut PT Jasa Marga, Desi Arryani, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dalam pengembangan kasus korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero).

Dua orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Jarot Subana (mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga direktur utama PT Waskita Beton Precast), serta Fakih Usman (mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya).

"Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ke penyidikan pada 13 Juli 2020 dengan tiga orang sebagai tersangka," kata Ketua KPK, Firli Bahuri, di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, dalam kasus ini KPK juga telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yang telah diumumkan pada 17 Desember 2018, yaitu mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013, Fathor Rachman, dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014, Yuly Ariandi Siregar.

"Dalam proses penyidikan terhadap dua tersangka ini, KPK mencermati fakta yang berkembang sehingga kemudian menemukan dugaan tindak pidana
korupsi yang melibatkan pihak lain," kata Bahuri.

Firli Bahuri, yang saat ini sedang diperiksa oleh Dewan Pengawas KPK karena menggunakan helikopter mewah milik swasta 20 Juni lalu,  mengatakan, lima tersangka itu diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Atau dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

"Terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada pada proyek-proyek yang dikerjakan Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya selama 2009 sampai dengan 2015," ujar Firli Bahuri. (ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Sep 2020 09:53 WIB

Specialized 'Bocorkan' Frame Ringan Terbaru

Gowes Bareng

Memang, bila dilihat bentuknya, frame itu tidak terlalu istimewa.

19 Sep 2020 09:48 WIB

Pertimbangkan Daerah Tunda Pilkada, Ini Solusi Terbaik

As’ad Said Ali

Berpotensi penyebaran Corona di arus bawah (grassroot)

19 Sep 2020 09:39 WIB

Ketua Komisi X DPR: Bantuan Pulsa PJJ Realisasikan Secepatnya!

Nasional

Sebab sampai sekarang bantuan kuota internet dari Kemendikbud belum turun

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...