Mangkir Lagi, Rian Subroto Terancam Dijemput Paksa

15 Apr 2019 17:03 Hukum
Rian Subroto, salah satu saksi yang diduga penyewa jasa Vanessa Angel dan Avriella Shaqilla, tak kunjung hadir dalam persidangan kasus prostitusi daring (online). Rian sudah tiga kali mangkir panggilannya sebagai saksi
 
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung memastikan bahwa Rian tidak hadir lagi dalam persidangan terdakwa muncikari, Endang Suhartini alias Siska, Tentri Novanta dan Winindya.
 
"Rian Subroto, sudah dapat info dari penyidiknya bahwa ia tidak ada ditempat," ujarnya singkat, Senin, 15 April 2019.
 
Richard, mengatakan, kejaksaan sudah melakukan pemanggilan terhadap Rian. Bahkan, pihaknya dengan bantuan penyidik Polda Jatim, juga telah mengirimkan surat ke Lumajang, Jawa Timur.
 
Namun, baru-baru ini, kejaksaan kata dia malah mendapatkan informasi dari seorang RT di sekitar alamat Rian tertera. RT tersebut kata Richard menyebut bahwa di sana tak ada orang bernama Rian. 
 
"Tidak ada di tempat. Kata RTnya tidak ada nama Rian di situ katanya. Ada surat dari RT itu," kata Richard. 
 
Sementara itu, kuasa hukum muncikari Siska, Franky Desima Waruwu, mengatakan saat persidangan tadi, majelis hakim yang diketuai oleh Anne Rusiana dengan tegas meminta kepada pihak jaksa penuntut umum (JPU) untuk menghadirkan secara paksa saksi Rian Subroto. 
 
Tak hanya itu, Franky juga mengatakan bahwa selain Rian, Hakim juga meminta JPU menghadirkan Dhani yang diduga huga seorang muncikari. Hal itu dilakukan agar kasus tersebut segera mendapatkan titik terang.  
 
"Karena mereka (Rian dan Dhani) tidak dapat dihadirkan maka majelis meminta dihadirkan secara paksa," katan Franky saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin. 
 
Sementara itu, salah satu JPU, Sri Rahayu mengaku pihaknya meminta waktu selama sepekan untuk menghadirkan saksi Rian Subroto tersebut. 
 
"Yang jelas kami meminta tujuh hari kepada majelis hakim," singkatnya.
 
Di sisi lain, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi menyebutkan, pria bernama Rian disebut sebagai pengusaha tambang asal Lumajang, yang ber KTP Jakarta. 
 
Rian diketahui adalah pria berumur 40-50 tahun. Kendati demikian, Rian tersebut diketahui belum berkeluarga alias bujangan.
 
Sebelumnya, pada panggilan kesaksian pertama, jaksa sempat mengatakan surat pemanggilan Rian tak sampai lantaran alamat tak lengkap. 
 
Lalu, pada panggilan kedua, tidak ada konfirmasi kedatangan dari Rian. Jaksa mengatakan, jika penyidik kesulitan menemui Rian.
 
"Kami sudah panggil. Penyidik juga rupanya kesulitan. Suratnya sudah kami teruskan ke penyidik," kata salah satu JPU Novan Arianto, Senin, 8 April 2019, pekan lalu. (frd) 
Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini