Andi Akbar menunjukkan beberapa jam tangan berbahan kayu hasil karyanya. (Foto: Hujaini/ngopibareng.id)

Manfaatkan Kayu Limbah Meubel Menjadi Jam Tangan

Ekonomi dan Bisnis 17 November 2019 07:20 WIB

Limbah kayu sisa pembuatan meubel seringkali dibuang sia-sia. Tapi hal ini tidak berlaku bagi Andi Akbar, 31 tahun. Potongan kayu sisa bahan meubel diubahnya menjadi jam tangan berbahan kayu hingga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Peminatnya pun sudah cukup banyak.

Warga Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, ini memulai usahanya pada tahun 2016 silam. Dia terinspirasi membuat jam tangan kayu ini setelah melihat berbagai olahan dari kayu di media sosial. Sejak saat itu pria ini menyulap ruangan di bagian depan rumahnya sebagai tempat usahanya.

"Awalnya saya lihat video di Youtube. Kemudian saya coba-coba membuat jam tangan dari kayu ini. Ternyata banyak yang suka. Sejak itu saya terus menekuninya," terang Andi Akbar, ditemui di rumahnya, Sabtu, 16 November 2019.

Hasil karyanya diberi label Maccasi. Dia mulai memasarkan jam tangan kayu buatannya melalui media sosial. Baik itu melalui WhatsApp maupun Facebook. Postingan jam tangan berbahan kayu ini langsung mendapatkan respon pasar. Berbagai pesanan mulai berdatangan dari berbagai kota di Indonesia.

"Pelanggan saya umumnya dari Bandung, Jogjakarta, Jakarta dan beberapa kota di Kalimantan. Banyak pesanan untuk couple, berpasangan. Sedikitnya 7 jam tangan dalam satu bulan," jelas suami dari Selvi Kurniasari ini.

Untuk mengerjakan satu jam tangan ayah dua anak ini membutuhkan waktu sekitar empat hari. Pengerjaan paling sulit adalah bagian strap atau rantai jam tangan. Karena bagian ini sangat kecil sehingga membutuhkan ketelitian untuk membuat detilnya.

Kayu yang digunakan adalah jenis kayu Sono Keling dan Jati. Kayu ini dipilih karena memiliki kepadatan kayu yang baik. Kayu yang digunakan untuk jam tangan ini merupakan kayu sisa dari meubel yang berada di sekitar tempat tinggalnya. Untuk mesin jam tangan dibelinya di kota Banyuwangi.

"Harga satu jam tangan untuk pulau Jawa antara Rp 350.000 sampai Rp 450.000. Untuk luar Jawa Rp 400.000 sampai Rp 500.000. Harga itu sudah free ongkir," bebernya.

Meski sudah menghasilkan banyak jam tangan, hingga saat ini Andi Akbar hanya melayani pemesanan saja. Dia siap membuat berbagai model jam tangan. Selain jam tangan Andi Akbar juga melayani pemesanan jam beker.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 22:08 WIB

Polisi Ciduk Dua Pelaku dan Empat Penadah Motor

Kriminalitas

Salah satu korbannya adalah fotografer di Banyuwangi.

24 Sep 2020 18:59 WIB

Yusuf-Riza Nomor Urut 1, Ipuk-Sugirah Nomor Urut 2

Pilkada

Nomor urut paslon Pilkada 2020 Banyuwangi sudah digelar KPU setempat.

24 Sep 2020 17:28 WIB

Karya Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi Tembus Pasar Ekspor

Ekonomi dan Bisnis

Kerajinan kayu warga binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi tembus pasar ekspor.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...