Kondisi Terminal Purabaya jelang lebaran H-2, Rabu 13 Juni 2018. (foto: hrs/ngopibareng)

Malam Nanti Diprediksi ada 70.000 Pemudik Berangkat dari Terminal Purabaya

13 Jun 2018 17:21

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Jelang lebaran H-2, Terminal Purabaya mulai ramai diserbu oleh pemudik. Dari data pengelola terminal, mencatat hingga pukul 15.00 WIB sudah ada 41.000 penumpang yang naik bus.

Kepala Sub Unit Pelaksana Terminal Purabaya Hardjo membenarkan bahwa hari ini diperkirakan akan ada kenaikan mencapai 70.000 penumpang hingga nanti malam. 

"Prediksi untuk puncak pada malam hari ini mungkin bisa di atas kemarin malam yang berkisar 65.000, bisa menjadi sekitar 68.000, bahkan sampai 70.000 penumpang," ujar Hardjo saat ditemui di Terminal Purabaya, Rabu 13 Juni 2018.

Hardjo menambahkan untuk mengatasi puncak mudik malam nanti, pihaknya telah menyiapkan berbagai antisipasi jika terjadi penumpukan penumpang. Misalnya saja pihaknya telah bekerja sama dengan pengusaha bus pariwisata untuk menyiapkan armadanya.

"Mengantisipasi penumpukan penumpang kita sudah berkoordinasi dengan pengusaha bus pariwisata, akan disediakan bus pariwisata untuk mengangkut penumpang bila memang itu betul-betul armada sudah habis. Jumlahnya kurang lebih 150 bus plus bantuan dari Damri," ungkap Hardjo.

Sementara itu, ia juga menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat pemudik hari ini mengalami kenaikan. Yakni kemarin ada beberapa perusahaan yang masuk kerja. Namun untuk di hari ini, menurut Hardjo kantor-kantor sudah mulai tutup dan masyarakat rata-rata telah diliburkan.

"Kemarin karena faktor masih ada perusahaan yang masih masuk karyawannya, tapi untuk hari ini semuanya sudah libur semuanya, jadi mereka berbondong-bondong ke terminal untuk mudik," ungkapnya.

Selain itu, untuk tujuan pemudik, Hardjo memaparkan untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), tujuan terbanyak ada di Solo hingga Jogja. Tak hanya itu, untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP)  tujuan paling banyak yakni jurusan Banyuwangi dan Ponorogo.

"Untuk tujuan terbanyaknya yang Antar Kota Antar Provinsi itu Solo-Jogja. Kalau yang Antar Kota Dalam Provinsi itu Surabaya Banyuwangi sama Surabaya Ponorogo," kata Hardjo. (hrs)