Malam Ini, Museum Pasuruan Mohammad Cheng Hoo Diresmikan Bupati

05 Jul 2019 17:00 Ngopibareng Pasuruan

Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf akan meresmikan museum Mohammad Cheng Hoo. Peresmian ini akan berbarengan dengan kegiatan Penutupan Rakornas III Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) dan Konser Sholawat Charlie Van Houten di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Jumat, 5 Juli 2019 malam.

Nurul Hudayati, Kabid Seni Budaya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)Kabupaten Pasuruan mengatakan, penataan Museum Cheng Hoo dilakukan sejak 30 November hingga 26 Desember 2018.

Di dalam museum tersebut berisi berbagai macam koleksi benda bersejarah yang berusia puluhan hingga ratusan tahun. Koleksi itu berasal dari koleksi pinjam pakai, kompensasi/imbal jasa serta hibah.

"Ada tiga asal koleksi benda yang ada di Museum Kabupaten Pasuruan yakni berasal dari pinjam pakai, kompensasi dan hibah. Dan Alhamdulillah, secara perlahan jumlah koleksi kita semakin banyak," kata Nurul saat ditemui di ruangannya.

Hingga saat ini, ada 79 koleksi benda bersejarah yang ada di Museum Kabupaten Pasuruan. Terdiri dari 25 benda yang berasal dari pinjam pakai, 42 benda dari imbal jasa atau kompensasi, serta 12 benda yang merupakan hibah alias pemberian dari masyarakat secara ikhlas.

Kata Nurul, koleksi pinjam pakai merupakai hasil pinjaman dari BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) dengan tenggang waktu yang telah ditetapkan.

Sedangkan imbal jasa adalah koleksi benda bersejarah yang dibeli dari masyarakat berdasarkan taksiran tim BPCB, untuk selanjutnya ditawarkan kepada masyarakat yang menjualnya.

Disparbud sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 juta untuk memberikan imbal jasa kepada masyarakat, atas temuan benda bersejarah.

Sementara untuk hibah adalah pemberian sukarelawan dari masyarakat yang ikhlas memberikan benda bersejarah temuan mereka kepada pihak museum.

"Khusus untuk hibah ada 12 benda, yakni 11 buah keramik dan 1 golok menganti. Kami sangat berterima kasih karena telah menyumbangkan hasil temuannya untuk kami simpan di museum," katanya. 

Dengan semakin banyaknya koleksi, Disparbud masih memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin menunjukkan hasil temuannya, untuk kemudian dimasukkan ke dalam museum.

"Koleksi kami masih sangat terbatas, sehingga terbuka lebar bagi masyarakat. Apabila ada masukan dari kolektor yang bisa dimasukkan ke dalam museum, kami sangat berterima kasih," katanya. (sumber: www.pasuruankab.go.id)