PM Singapura Lee Hsien Loong saat memberikan maklumat untuk memerangi wabah virus corona di negaranya. (Foto:tangkapanlayar/ngopibareng.id)

Maklumat PM Loong pada Rakyat Singapura Soal Corona Tuai Pujian

Internasional 09 February 2020 19:49 WIB

Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China, telah menjangkit di Singapura. Negeri Jiran itu mencatat, ada 40 orang yang terinfeksi virus corona, selama dua pekan terakhir. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengeluarkan maklumat dalam bentuk video, mengimbau warganya agar tetap tenang serta waspada. Video sepanjang 3:55 menit itu mendapat respon positif dari warganya.

Lewat akun Twitternya yang bercentang biru, @leehsienloong, PM Loong mencuitkan maklumat itu pada Sabtu, 8 Februari 2020. Dalam cuitannya, PM mengunggah maklumat dalam Bahasa Inggris. Maklumat serupa juga muncul dalam Bahasa Melayu.

Isi Maklumat itu sebagai berikut:

"Saudara-saudari sekalian, kita telah menaikkan tahap DORSCON [Disease Outbreak Response System Condition, sistem waspada wabah penyakit] ke jingga, ini karena pemerintah mau melindungi rakyat Singapura sebaik mungkin, ancaman virus corona baru ini sedang pesat berkembang.

Kita mesti berani untuk segera bertindak dan dengan sewajarnya, termasuk mengambil langkah tegas, dan kita harus yakin bahwa bersama sama kita boleh mengatasinya.

Kita pernah menewaskan wabah SARS, kini kita lebih bersedia menangani virus baru ini. Setiap kita ada peranan, ikuti nasihat Kementerian Kesehatan dan dapatkan maklumat terkini dari sumber yang benar seperti MUIS [Majlis Ugama Islam Singapura] dan khidmat Whatsapp Gov.sg.

Jaga kebersihan diri sendiri, keluarga dan sekitaran kita, dan ambil langkah berjaga-jaga jika anda tidak sehat segeralah ke dokter. Lanjutkan kehidupan anda seperti biasa. Pemerintah akan melipatgandakan usaha untuk mengekang ancaman ini dengan sedaya upaya.

Namun kita juga harus bersedia jika keadaan menjadi tambah buruk. Kita belum sampai ketahap itu, dan mungkin ia tidak akan berlaku. Namun cabaran sebenar ancaman ini ialah kesannya terhadap perpaduan sosial dan daya tahan psikologi kita.

Sifat takut dan cemas adalah suatu yang semulajadi. Saya faham penyakit ini baru, dan kita semua mau melindungi diri sendiri dan orang orang yang kita sayangi.

Tetapi rasa cemas itu bisa menjadi lebih bahaya daripada virus itu sendiri. Jadi, jangan biarkan rasa cemas membuat kita panik atau mengambil tindakan yang memburukkan keadaan.

Jangan sebarkan berita palsu. Jangan membeli bekalan pelitup dan makanan dengan berlebihan. Jangan menuduh mana-mana kumpulan bagi apa yang sedan berlaku sekarang.

Sebaliknya, kita bantu membantu sesama jiran tetangga, sahabat handai dan Rakyat yang lain, khususnya mereka yang lebih memerlukan.

Dalam masa-masa sukar ini, saya terharu melihat ramai rakyat Singapura yang mengulurkan bantuan. Ada yang memberikan pelitup secara percuma kepada orang ramai. Ada pelajar yang membekalkan makanan kepada teman-teman yang menjalani cuti ketidakhadiran.

Dan para pekerja kesehatan yang bertarung nyawa di barisan terdepan merawat pesakit-pesakit kita. Terima kasih atas pengorbanan anda. Anda menjadikan sumare inspirasi kita semua.

Ayo kita terus bertenang dan bersatu padu. Saya yakin bersama-sama, kita boleh mengatasi apa jua cabaran. Terima kasih."

Cuitan itu pun direspon dengan beragam oleh netizen Twitter. Di antaranya memberi respon postif dan pujian. Seperti yang dicuitkan oleh akun @mimibabylee. 

Singapura sendiri tengah berjibaku melawan penyebaran wabah virus corona. Terdapat 40 orang terinfeksi virus corona selama dua pekan terakhir. Selain itu, pemerintah juga telah mengidentifikasi 758 orang yang berkontak langsung dengan 40 pasien virus vorona. Sebanyak 663 orang di antaranya berada di dalam karantina selama 14 hari.

Penulis : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Jun 2020 11:06 WIB

5 Fakta Kenapa Tagihan PLN Membengkak dan Gagal Bayar Listrik

Nasional

Pelanggan Listrik Mengeluhkan tagihan membengkak.

07 Jun 2020 11:05 WIB

Protes Rasisme juga Muncul dari Masyarakat Adat Kanada

Internasional

Protes rasisme juga muncul dari masyarakat adat di Kanada.

07 Jun 2020 10:53 WIB

Rapid Test BIN di Surabaya Temukan 261 Orang Reaktif Covid-19

Surabaya

Jumlah tersebut ditemukan di dua lokasi rapid test

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...