Menko Polhukam Mahfud MD percaya pengadilan akan ungkap semua tabir terselubung pada kasus penyiraman Novel Baswedan. (Foto: Antara)

Mahfud Yakin, Semua Misteri Kasus Novel Terungkap di Pengadilan

Kriminalitas 29 December 2019 09:30 WIB

Penanganan proses penyidikan terhadap dua pelaku kasus penyiraman air keras pada penyidik KPK Novel Baswedan oleh Polri menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Mengenai hal ini, Menko Polhukam Mahfud MD mengimbau masyarakat agar mempercayakan penanganan kasus ini pada pengadilan. Ia percaya semua misteri kasus ini akan terungkap di pengadilan.

"Tersangkanya sudah ditahan oleh polisi, dua orang. Diamankanlah, itu sudah bagus. Berikutnya kita percayakan ke pengadilan," kata Mahfud, di Kediaman Gus Dur, Jalan Warung Sila, Kompleks Al Munawarah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat 28 Desember 2019 dikutip dari Detik.

Mahfud meyakini pengadilan akan membuka semua hal-hal terselubung dan mengganjal dalam kasus ini. Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk menyerahkan perkembangan penanganan penyiraman Novel kepada penegak hukum.

"Pengadilan akan membuka semua tabir yang terselubung dari semua kasus itu. Kalau memang ada yang masih terselubung, nanti akan terbuka di pengadilan. Kita serahkan ke polisi, kejaksaan, kemudian hakim," ujar Mahfud seperti dikutip dari Antaranews.

Sebagai informasi, pelaku penyerangan Novel Baswedan ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, pada Kamis 26 Desember 2019 malam. Setelah pemeriksaan intensif, kedua polisi aktif berinisial RM dan RB itu ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat 27 Desember 2019 pagi. Dan hari ini RM dan RB resmi ditahan. Keduanya akan ditahan di Bareskrim Polri.

Sementara itu, terkait motif di balik teror terhadap Novel, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menyatakan, bahwa pihaknya saat ini terus mendalami. Penyidik juga masih menelisik ada atau tidaknya pihak yang memerintahkan pelaku untuk menyiramkan air keras ke Novel.

"Terkait motif sampai saat ini kita terus dalami. Apakah ini dilakukan sendiri atau ada yang menyuruh, ini masih didalami. Karena semua ini harus dibuktikan dengan fakta, keterangan yang kita dapat," kata Listyo di STIK-PTIK, Jalan Tirtayasa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu 28 Desember 2019.

Penulis : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Aug 2020 19:15 WIB

Malaysia Sumbang Rp3 Miliar untuk Ledakan Beirut

Internasional

Sumbangan sebagai bentuk dukungan pada warga Lebanon.

08 Aug 2020 18:49 WIB

KPK Buka Lowongan untuk Jadi Juru Bicara

Nasional

Terbuka untuk ASN maupun non ASN.

08 Aug 2020 18:45 WIB

Kereta Wijayakusuma Rute Banyuwangi-Cilacap Beri Diskon 75 Persen

Perhubungan

Promo berlaku untuk keberangkatan 6 hingga 31 Agustus 2020.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...