Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto:Antara)

Mahfud MD: Pemerintah Serius, Masak Dibilang Main-main

Nasional 23 April 2020 09:33 WIB

Pemerintah ini serius sejak awal menangani corona. Masak ada yang bilang pemerintah tidak serius.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah sejak awal serius mengantisipasi penyebaran Virus Corona, terutama ketika COVID-19 merebak di Wuhan, China.

"Ini mau saya tekankan, karena ada yang bilang pemerintah ini main-main, tidak sungguh-sungguh. Bukti keseriusan Pemerintah, antara lain sejak akhir Januari 2020 atau dua bulan setengah sebelum ditemukan kasus pertama COVID-19 di Jakarta, sudah menutup penerbangan Beijing-Jakarta," katanya.

"Coba dilihat berita-berita sekitar 27, 28, 29 Januari 2020 sudah ada pengumuman Pemerintah kita serius tutup penerbangan dengan Beijing. Sampai Beijing melakukan protes karena Indonesia cepat sekali menutup untuk menghalangi masuknya virus itu," katanya lagi.

Setelah itu, Pemerintah Indonesia menjemput ratusan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan menuju Natuna untuk diobservasi, dan sempat mendapat penolakan dari masyarakat setempat.

"Artinya apa. Kita sudah punya perhatian lama. Mereka dikarantina selama 14 hari di Natuna, sampai akhirnya dipulangkan ke kampung halaman masing-masing," katanya pula.

Mahfud mengatakan Pemerintah juga telah memutuskan membuat rumah sakit khusus penyakit menular, sebulan sebelum COVID-19 resmi masuk ke Indonesia, dan RS tersebut sekarang sudah selesai dibangun di Pulau Galang, Kepulauan Riau.

Menurut dia, Pemerintah sejak awal menyerukan agar seluruh masyarakat tidak panik dalam menghadapi Corona, karena kepanikan justru sangat merugikan bagi imunitas tubuh.

"Kepanikan itu sendiri sangat merugikan bagi imunitas yang justru harus dibuatkan, karena yang bisa menyembuhkan dan mengalahkan Corona itu imunitas, bukan obat," katanya lagi.

Ia menyampaikan hasil survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) bahwa 52 persen masyarakat Indonesia percaya bahwa Pemerintah tidak terlambat menangani Corona, sementara 41 persen menyatakan terlambat.

"Di semua negara di dunia ini tidak ada negara yang betul-betul siap, negara sehebat Amerika pun, Italia pun, Prancis pun, dan lain-lain juga kewalahan karena memang serangan COVID-19 ini sangat cepat dan mematikan," katanya.

Oleh karena itu, Mahfud mengajak semua elemen masyarakat untuk bekerja sama dan saling membantu terhadap upaya Pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Tidak memilih aliran politik, aliran ideologi, agama, suku. COVID-19 itu menyerang siapa saja, orang kaya, orang miskin, partai apa saja korbannya ada sehingga sekarang ini dibutuhkan adalah kerja sama, kekompakan, gotong royong. Kembali ke jati diri kita untuk menghadapi COVID-19, karena kebersamaan dan kebersatuanlah yang kita butuhkan pada saat ini," kata Mahfud pula. (ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jul 2020 18:29 WIB

Prediksi Juventus vs Atalanta: Laga yang Sulit

Liga Italy

Atalanta belum terkalahkan dalam sembilan laga terakhirnya.

11 Jul 2020 18:20 WIB

Zidane: Courtois Berpengaruh Besar Terhadap Perburuan Gelar

Liga Spanyol

Thibaut Courtois menggagalkan banyak peluang lawan.

11 Jul 2020 18:02 WIB

1.280 Personil Secapa Bandung Positif Covid, Ini Penjelasan KSAD

Nasional

Terdiri dari 991 personel siswa, dan 289 personil staf

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...