Menko Polhukam Mahfud MD (kanan) harus tes swab Usai ketemu KH Said Aqil Siroj. (Foto:Istimewa)
Menko Polhukam Mahfud MD (kanan) harus tes swab Usai ketemu KH Said Aqil Siroj. (Foto:Istimewa)

Mahfud MD Harus Tes Swab Usai Ketemu KH Said Aqil Siroj

Ngopibareng.id Nasional 30 November 2020 13:49 WIB
Usai bertemu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang terkonfirmasi positif COVID-19, Menko Polhukam Mahfud MD jadi khawatir. Karena itu dia akan melakukan tes usap atau swab.
 
"Ketum PBNU dan Ketua PP Muhammadiyah. Kamis (26/11) jam 14.30 saya ngobrol dengan Ketum PBNU KH Aqil Siroj di kantor PBNU. Minggu (29/11) pagi beliau mengabarkan, dirinya terinfeksi COVID-19," kata Mahfud melalui akun Twitternya @mohmahfudmd.
 
KH Said Aqil Siroj pun menyarankan kepadanya untuk melakukan tes usap karena tiga hari sebelumnya Mahfud bertemu dan mengobrol. "Saya pun segera 'swab'," kata Mahfud.
 
Mahfud MD juga ingin bersilaturahim kepada Ketua PP Muhammadiyah Haidar Nasir pada Kamis, 21 November, namun Haidar enggan menemuinya.

Kamis sore 26 November, saya kontak Ketua PP Muhammdiyah Pak Haidar Nashir. Saya ingin silaturahim. Beliau minta tidak ditemui dulu karena beliau baru kontak dengan orang yang kemudian dinyatakan positif COVID-19," ujarnya.
 
Lantaran khawatir terjadi penularan, keduanya pun sepakat bicara melalui telepon cukup lama pada malam harinya.
 
Mahfud pun menaruh hormat kepada pimpinan puncak kedua ormas Islam terbesar itu selain menjaga dirinya juga menjaga orang lain dari bahaya COVID-19.
 
"Keduanya terbuka memberitahu tentang serangan/ancaman COVID-19 pada dirinya dan meminta agar orang lain yang berinteraksi untuk memeriksa dirinya atau tidak menemuinya dulu," ujar Mahfud.
Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj meminta doa dari masyarakat agar segera diberi kesembuhan.
 
"Atas arahan beliau kami diminta menyampaikan kabar ini dengan harapan dan memohon doa dari bapak ibu khususnya para masayikh menjalani masa penyembuhan ini," kata Sekretaris Pribadi Said Aqil, Sofwan Erce, di Jakarta, Senin.
 
Sofwan mengatakan hasil tes usap PCR Said menunjukkan positif dan saat ini dalam keadaan yang baik. Ketum PBNU, kata dia, dirawat secara intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta.

Menurut dia, dalam beberapa kali kesempatan Said berpesan kepada masyarakat bahwa COVID-19 bukanlah aib dan buruk.
 
"Bisa menimpa siapa saja dari latar belakang apa saja. Mari jaga pesan beliau bagi warga NU khususnya tetap patuhi protokol kesehatan," kata dia. (ant/asm)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Jan 2021 14:49 WIB

Gunung Raung Juga Erupsi, Keluarkan Asap Setinggi 400 meter

Warta Bumi

Sementara wilayah pemukiman penduduk aman.

21 Jan 2021 14:45 WIB

Tangkap Bandar, Polisi Sita 2,8 Ons Sabu dan 748 Ekstasi

Kriminalitas

Polresta Banyuwangi kembali melakukan penangkapan terhadap bandar narkoba.

21 Jan 2021 14:38 WIB

Yudi Latif: Muhammadiyah, Bentuk Terbaik Politik Identitas

Khazanah

Di tengah politik identitas menjadi masalah sekarang

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...