Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) saat memberikan pelatihan kerajinan dari tali kur kepada warga Sidoarjo. (Foto: Istimewa)
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) saat memberikan pelatihan kerajinan dari tali kur kepada warga Sidoarjo. (Foto: Istimewa)

Meski Pandemi Mahasiswa Unusa Semangat Beri Pelatihan Tali Kur

Ngopibareng.id Unusa Gateway 08 September 2020 17:48 WIB

Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak bisa dilakukan dengan leluasa. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangat mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (Unusa) untuk melakukan KKN di Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Kelompok KKN 49 Unusa mengajak masyarakat desa untuk berwirausaha yang dimulai dengan memberikan pelatihan pembuatan kerajinan dari tali kur. Program kerja ini disambut antusias dari Ibu-ibu PKK dan Karang Taruna Desa Sawohan Sidoarjo. Kegiatan tersebut dilakukan pada Sabtu, 5 September 2020.

Salah satu peserta pelatihan, Siti Luchmania mengatakan, senang dan antusias dengan adanya pelatihan wirausaha untuk ibu-ibu PKK dan Karangtaruna.

“Senang tentunya dengan adanya pelatihan wirausaha seperti ini, sehingga kami kaum ibu rumah tangga tetap bisa memiliki kegiatan sekaligus pemasukan di masa pandemi seperti saat ini” kata Siti.

Pelatihan dilaksanakan di salah satu rumah warga selama dua hari dan dihadiri peserta terbatas, yakni hanya 10 peserta dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Masnunatun Nisa, selaku penanggungjawab kegiatan mengungkapkan, pembatasan ini sengaja dilakukan mengingatkan kondisi Covid-19 yang belum kondusif.

"Hal ini diharapkan dapat mengajarkan ke masyarakat lainnya sehingga apa yang menjadi tujuan kami untuk mengajak masyarakat berwirausaha tetap bisa tercapai," ujar mahasiswa semester 7 ini.

Nuna biasa disapa mengatakan, dalam mengajarkan kerajinan dengan tali kur ini, dirinya dan teman-temannya mendapatkan tantangan untuk membuat para ibu-ibu tidak mudah lupa dengan simpul yang dibuat.

"Tantangannya ibu-ibunya agak binggung dengan simpul yang dibuat, jadi kami semaksimal mungkin dalam megajarinya," imbuh mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini.

Ia dan teman-temannya pun berharap, pelatihan tersebut dapat mendorong ibu-ibu tetap berkarya dan berpenghasilan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Ada pun jenis-jenis kerajinan yang dibuat antara lain sepertis tas, gelang dan gantungan kunci. Kerajinan dengan tali kur sendiri terkenal dengan harga yang lumayan mahal untuk ukuran kecil sekalipun karena proses pembuatannya yang membutuhkan keahlian khusus dan waktu yang tidak sebentar.

Penulis : Pita Sari

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

19 Jan 2021 03:08 WIB

Kehilangan Saling Kasih, Ini Jalan Raih The Golden Role

Islam Sehari-hari

Penjelasan KH Husein Muhammad soal peran terbaik dalam Islam

19 Jan 2021 02:24 WIB

Empat Ciri Masjid NU, Berdasarkan Alamiah Ibadah

Khazanah

Penjelasan Ustaz Ma'ruf Khozin, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur

18 Jan 2021 22:40 WIB

Wapres Dukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen

Nasional

Gerakan nasional donor plasma konvalesen perlu solidaritas masyarakat.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...