Jeremy dan Yasen saat menunjukan aplikasi AMS. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)
Jeremy dan Yasen saat menunjukan aplikasi AMS. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

Mahasiswa UK Petra Rancang Aplikasi Pengatur Durasi Bermain Game

Ngopibareng.id Teknologi dan Inovasi 03 December 2020 10:35 WIB

Kebiasaan bermain gadget diketahui dapat menghambat stimulus fisik atau motorik pada anak. Namun, tak jarang setiap anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk hal tersebut. Hal ini, tentu saja membuat kekhawatiran bagi orangtua.

Melihat permasalahan tersebut, 5 mahasiswa Univeristas Kristen Petra (UK Petra) membuat aplikasi bernama Aplication Monitoring System (AMS). Aplikasi buatan Jeremy Winston, Yansen Suwanto, Joshua Alexander Heriyanto, James David TM dan Jerich Eli Santoso ini bekerja mengunakan prinsip IoT.

Perwakilan tim, Jeremy Winston mengatakan, aplikasi ini memiliki fungsi untuk mengatur durasi bermain anak pada laptop yang digunakan. "Misalnya orangtua ingin mengatur waktu main gamenya satu jam per hari. Setelah satu jam gamenya akan off dengan sendirinya, esoknya baru bisa digunakan lagi," ujar mahasiswa Prodi Teknik Elektro UK Petra ini.

Permudah orangtua memonitor anak selama bermain game mahasiswa UK Petra membuat aplikasi monitoring system Foto Pita SariNgopibarengidPermudah orangtua memonitor anak selama bermain game, mahasiswa UK Petra membuat aplikasi monitoring system. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

Selain itu, aplikasi ini juga bisa membantu orangtua dalam mengawasi game apa yang dimainkan anak. Tak hanya itu aplikasi ini juga dapat diakses dimana saja karena sudah terhubung dengan internet.

Cara mengunakan aplikasi ini, jelas Jeremy, ialah mengunduh aplikasi tersebut di smartphone milik orang tua dan laptop yang digunakan anak bermain game online. Selanjutnya orang tua harus membuat akun terlebih dahulu, lalu baru log in untuk mengatur waktu bermain anak perhari, per bulan atau disesuaikan.

"Setelah diatur lewat smartphone milik orang tua akan masuk ke server, server inilah yang mengirim ke aplikasi di laptop. Sementara untuk aplikasi yang di laptop, orang tua juga harus memasukan nama anak dan game apa yang bisa dimainkan," jelas Jeremy.

Sementara anggota tim yang lain, Yasen Suwanto menyampaikan, aplikasi ini kedepannya akan dikembangkan dengan fitur yang dapat mendeteksi game sesuai umur anak. "Ada beberapa game dengan batasan usia, jadi nantinya aplikasi ini bisa memfilter game yang sesuai mereka agar anak bisa bermain game sesuai umurnya," ujar Yasen.

Ia dan kawan-kawannya berharap, aplikasi yang dibuat ini dapat membantu orang tua berkomunikasi dengan anak terkait durasi dalam bermain game. "Kalau misal diberitahu saja, biasanya ada anak yang masih curi-curi waktu main game. Tapi kalau sudah pakai aplikasi ini mainnya satu ya, satu jam," tutupnya.

Aplikasi AMS ini berhasil menjadi juara 2 kategori aplikasi Mobile/Web dalam Lomba Nasional Kreativitas Mahasiswa Lo Kreatif 2020 yang digelar APTISI Wilayah VII Jawa Timur.

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Jan 2021 12:05 WIB

Ada Aliran Dana dari Luar Negeri di Rekening FPI, Ini Kata PPATK

Nasional

PPATK temukan aliran dana dari luar negeri di rekening FPI.

24 Jan 2021 11:50 WIB

Tertipu Ramuan Sihir, Menkes Sri Lanka Positif Covid-19

Internasional

Menkes Sri Lanka positif Covid-19 usai minum ramuan sihir.

24 Jan 2021 11:28 WIB

Inovasi Pelampung Cegah Hipotermia saat Kecelakaan Laut

Pendidikan

Pelampung cegah hipotermia saat kecelakaan laut, gagasan mahasiswa ITS.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...