Terinspirasi Penderita Albino, Mahasiswa Ubaya Rancang Busana

21 Sep 2019 18:42 Teknologi dan Inovasi

Tak selamannya sebuah ketidaksempurnaan (cacat) pada diri seseorang, hanya dilihat menjadi kekurangan. Melalui pemikiran kreatif mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya), Nia Krisanti, S. Ds. Kekurangan penderita Oculocutaneous Albinism (Albino) menjadi inspirasi dari busana rancangannya.

Desain busana yang memiliki tema flawful kategori fall winter 2019 collection ini, didominasi warna putih. Terinpirasi dari warna kulit orang yang menderita albino. Yaitu putih, dikarenakan kekurangan warna pigmen kulit.

"Tidak hanya warna kulit saja yang saya aplikasikan pada rancangan busana ini, warna iris mata penderita albino, yang secara kasat mata terlihat merah serta ada garis-garis birunya. Juga saya aplikasikan melalu warna corak dalam busana ini," ungkap Nia, panggilan akrabnya, dalam acara Graduation, Fakultas Industri Kreatif (FIK) Ubaya, bertempat di Chameleon Hall Tunjungan Plaza 6, Sabtu, 21 September 2019.

Menurut Nia, memang desain awalnya terinspirasi dari penderita albino, tapi tidak mentah begitu saja langsung diaplikasikan.

"Ada beberapa proses yang saya lakukan, untuk membuat warna-warna tersebut menjadi desain yang menarik. Seperti busana-busana yang saya hadirkan saat ini," kata gadis asal Sidoarjo ini.

Untuk model busana, Nia mengungkapkan, menyesuaikan dengan kebutuhan orang Indonesia. Bagaimana busana ini bisa tetap nyaman digunakan saat musim dingin.

Detail busana  dari salah satu seri Flawfull kategori Fall Winter 2019 karya Nia Krisanti  Foto PitaNgopibarengid
Detail busana, dari salah satu seri 'Flawfull kategori Fall Winter 2019' karya Nia Krisanti. (Foto: Pita/Ngopibareng.id)

"Jadi saya pilih bahan fleece yang lembut. Modelnya lengan panjang yang menghangatkan. Namun, tidak membuat gerah. Disesuaikan dengan kebutuhan orang Indonesia saja," jelasnya. 

Busana yang dibuat untuk kalangan remaja dan dewasa ini,  memiliki lima seri model yang bisa digunakan perempuan dan laki-laki. 

Nia mengatakan,  tujuannya membuat busana yang terinspirasi dari penderita albino ini adalah untuk membuka mata semua orang dari sebuah kekurangan dapat menjadi suatu karya.

"Agar orang sadar bahwa sesuatu yang kurang bisa jadi sempurna, kalau kita mau berkarya dan sedikit berpikir kreatif," pungkasnya. 

Penulis : Pita Sari
Editor : Riadi


Bagikan artikel ini