Kreasi Daun Kelor Jadi Nugget Kelor Olahan Mahasiswa Ubaya

23 Oct 2019 13:13 Teknologi dan Inovasi

Daun kelor jarang sekali diolah menjadi makanan yang siap saji. Padahal, daun kelor banyak mengandung protein tinggi, zat besi, kalsium, vitamin A, serta vitamin C yang tujuh kali lebih tinggi daripada buah jeruk.

Melihat hal ini, mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) mengolah daun kelor menjadi nugget. Kreasi ini diberi nama 'Nugget Kelor'.

Kreasi nugget kelor ini dibuat oleh satu tim yang terdiri dari delapan anggota, yaitu Elda Silvana, Ellen Rachmawati, Myrnawati Wijaya, Paramitha Khosuma, Inne Cipta, Nadya Chistine, Rika Chandra, dan Fanes Ottong.

Latar belakang pembuatan nugget kelor ini merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Obat Asli Indonesia (OAI). Mahasiswa Fakultas Farmasi Ubaya diwajibkan membuat olahan makanan dari tanaman rimpang atau kelor.

"Kami memilih kelor untuk dikreasikan menjadi makanan anak-anak, karena khasiat kelor yang baik untuk gizi anak. Kami mencari dan akhirnya memilih untuk mengkreasikan daun kelor menjadi nugget yang merupakan makanan favorit anak-anak," ujar perwakilan tim Paramitha Khosuma, saat ditemui di Playground TPA Taman Ceria Ubaya, Rabu, 23 Oktober 2019.

Untuk cara pembuatan, Paramitha Khosuma mengatakan, pertama daun kelor dicuci bersih dan dikeringkan selama 3 menit menggunakan oven.

Anakanak TPA taman ceria Ubaya sedang menikmati hidangan nugget kelor kreasi mahasiswa Fakultas Farmasi Ubaya Foto Pitangopibarengid
Anak-anak TPA taman ceria Ubaya sedang menikmati hidangan nugget kelor kreasi mahasiswa Fakultas Farmasi Ubaya. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Proses pengeringan ini berguna untuk mengurangi bau dan rasa pahit pada daun kelor. "Sehingga daun kelor yang digunakan terasa lebih nikmat saat dikonsumsi, dan bisa diterima di lidah anak-anak," ungkap Paramitha.

Setelah proses pengeringan, daun kelor di cincang halus. Lalu dicampurkan pada daging ayam yang sudah dihaluskan. Agar rasa nuget lebih nikmat Paramitha dan kawan-kawan juga memasukan bahan tambahan lainnya, seperti jagung, wortel, dan jamur dalam adonan nugget kelor.

"Kalau untuk bahan isian tambahan lainnya bebas, bisa sesuai selera. Karena target kami untuk anak-anak jadi kami lebih banyak menambahkan sayuran," imbuhnya.

Adonan tersebut ditambahkan telur dan air agar lebih padat dan merekat. Lalu dicetak sesuai selera, dibalurkan pada tepung panir dan digoreng. Nugget kelor siap disajikan.

Paramitha dan kawan-kawannya berharap, nugget kelor ini bisa menjadi inspirasi bagi ibu-ibu untuk membuat makanan sehat bagi anaknya.

Nugget kelor yang memiliki cita rasa gurih dan kenyal ini, sekilas memiliki rasa seperti tempe. Anak-anak TPA Taman Ceria Ubaya pun terlihat menikmati nugget tersebut. Rata-rata satu anak bisa menghabiskan lebih dari dua nugget kelor itu.

Jade bocah berusia 3 tahun yang ikut mencoba nugget kelor, mengaku menikmati makanan kreasi baru ini. "Enak," kata Jade sambil terus mengunyah nugget kelor yang masih tersisa di tangannya.

Penulis : Pita Sari
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini