Mahasiswa UB Temukan Pencegah Bakteri Berbahaya Dalam Smartphone

11 Mar 2019 14:02 Teknologi & Inovasi

Pengguna ponsel pintar terus bertambah, di seluruh dunia statistica memprediksi tahun 2019 jumlahnya akan melampaui lima miliar. Sedangkan di Indonesia, pertumbuhan pengguna ponsel pintar bisa mencapai kisaran 30-50% per tahunnya. Indonesia ada di tiga besar pengguna ponsel pintar terbanyak di Asia Pasifik, setelah Tiongkok dan India.

Mobilitas manusia yang semakin hari tidak terlepas dari ponsel pinter melatarbelakangi dibuatnya Protect Magic. Sebuah produk pelindung ponsel pintar yang anti bakteri. Berbahan dasar sari buah kelapa dan apel yang ramah lingkungan.  

Protect Magic adalah hasil inovasi karya M. Kiki Saputra, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) bersama keempat temannya yaitu Grandy Zovanca, Revin Yohanes Abraham, dan Cynthia Ayu Dwi Lestari dari Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) serta Rininta Arifianingsih, mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK).

Lima Mahasiswa UB dalam ajang Malaysia Technology Expo Innovation Marketplace
Lima Mahasiswa UB dalam ajang Malaysia Technology Expo Innovation Marketplace.

Dengan masing-masing latar belakang kelimuwan, mereka berkolaborasi menciptakan Protect Magic. Produk ini dirasa penting mengingat ponsel pintar berpotensi berbahaya terhadap kesehatan. Ponsel pintar berperan sebagai pembawa sejumlah mikroorganisme patogen atau bakteri pada manusia. Bakteri-bakteri ini disebut sebagai biang penyakit pada makhluk hidup.

Setelah melakukan berbagai penelusuran, salah satu bakteri yang ditemui terkandung dalam telepon seluler, menurut Kiki adalah Staphylococcus aureus (S. Aureus). Bakteri ini bsia menyebabkan ruam-ruam pada kulit. "Dampak lainnya, ada orang yang mukanya semula bersih, setelah menggunakan Hp yang menempel di wajah, jadi timbul jerawat," imbuh Kiki. Selain itu, jika bakteri ini masuk ke dalam tubuh juga bisa menyebabkan diare.

Kiki bersama teman-temannya yang masih menginjak semester 6 ini meneliti dan menemukan bahwa bakteri tersebut bisa ditangkal dengan kandungan tanin dalam buah kelapa. "Kandungan tanin dapat menghancurkan dinding sel bakteri. Sedangkan bahkan antibakteri bisa diperoleh dari kandungan flavonoid di dalam buah apel," jelasnya.

Penggunaan Protect Magic yang dilengkapi dengan aroma apel sangat mudah. "Tinggal disemprotkan ke Hp dan tidak lengket," kata Kiki. 

Selama ini belum ditemukan produk serupa. Berkat manfaatkanya, Protect Magic dilirik oleh tiga investor yakni UPM STEM, School of Education & Social Sciences, dan Leading Edge NDT Technology (LENDT) Industrial Technology Division. Para investor tersebut ingin bekerjasama untuk mengembangkan produk tersebut. 

Raih Medali Emas

Inovasi karya mahasiswa UB ini telah berhasil menyabet medali emas dalam ajang Asian Youth Innovation Awards (AYIA)-Malaysia Technology Expo (MTE) 2019 yang berlangsung pada 21-23 Februari lalu di Malaysia. Mereka berhasil menyingkirkan 19 negara pesaingnya dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Selain itu, Protect Magic juga memperoleh Special Awards dari International Invention and Innovation Promotion Assosiation in Honor of Highest Standart of Excellence. Kiki dkk dinobatkan sebagai tim terbaik dengan nilai terbaik.

Afifuddin Latief Adijedjo, selaku dosen pembimbing berharap agar Protect Magic dapat membawa manfaat bagi khalayak umum. Dengan adanya investor dan pengembang juga dapat bekerjasama mengembangkan produk lebih lanjut serta diproduksi massal dalam jangka waktu panjang. (fjr)

Penulis : Fajar Dwi Ariffandhi
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini