Mahasiswa UB Ajari Nelayan 'Memancing' Listrik

13 Dec 2018 15:01 Pendidikan

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menciptakan sebuah teknologi inovasi berupa alat yang memanfaatkan sumber energi kemaritiman. Alat tersebut bernama CAPTION (Cantilever Piezoelectric Energy Harvester with Energy Bank System for Fisherman).

CAPTION sendiri digagas oleh tiga mahasiswa Teknik Elektro UB. Mereka antara lain Kevin Rachman Firdaus, Ariq Kusuma Wardana dan Mohammad Mufti Fajar.

Ketua tim, Kevin Rachman Firdaus mengatakan CAPTION merupakan sebuah solusi ketersediaan listrik bagi masyarakat pesisir. Sebab diakuinya kurang meratanya listrik pada masyarakat pesisir menimbulkan kesenjangan dan menurunnya kesejahteraan bagi nelayan.

"CAPTION berusaha menawarkan alternatif solusi dengan memanfaatkan gelombang laut dan kantilever piezoelektrik," katanya, Rabu 13 Desember 2018.

Kevin menjelaskan piezoelektrik adalah alat pemanen energi yang bersumber dari getaran dan diubah menjadi tegangan listrik. Sistem kantilever menghasilkan getaran dan defleksi secara berulang. Sistem ini menghasilkan energi listrik yang murah dan mudah diaplikasikan.

Selain kantilever piezoelektrik, di dalam alat CAPTION terdapat gearbox yang diletakkan pada sisi kiri dan kanan kapal yang berisi pelampung, mekanisme gear, serta blade. Alat ini dilengkapi juga dengan energy storage berupa accumulator untuk menjadi energy harvester.

Alat penghasil listrik memanfaatkan sumber energi kemaritiman bernama CAPTION
Alat penghasil listrik memanfaatkan sumber energi kemaritiman bernama CAPTION.
Tim CAPTION saat ajang Indonesia Energy Innovation Challenge 2018
Tim CAPTION saat ajang Indonesia Energy Innovation Challenge 2018.

"Dari hasil survei didapatkan bahwa umumnya nelayan melaut selama 6-8 jam, sehingga dengan durasi tersebut, nelayan mampu menghasilkan energi sebesar 17,84 Wh hingga 22,12 Wh menggunakan alat ini," bebernya.

Energi tersebut menurut Kevin dapat semakin bertambah apabila dikembangkan. Mulai dari segi kualitas dan kuantitas piezoelektriknya, menambah kuantitas defleksi piezoelektrik serta lamanya penyimpanan energi.

"Sehingga selain membawa pulang ikan, nelayan juga bisa membawa pulang listrik," ujarnya.

Sementara itu, CAPTION sendiri sebelumnya menorehkan prestasi akhir tahun di ajang Indonesia Energy Innovation Challenge 2018 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Hasanuddin pada 21-23 November 2018.

CAPTION berhasil meraih juara dua pada ajang yang diikuti oleh 40 peserta dari 14 tim dari seluruh Indonesia. Tim CAPTION mampu menarik perhatian dewan juri dari Kementrian ESDM dengan bentuk alat dan mekanisme yang cukup sederhana namun berdampak besar.

Dewan juri mengungkapkan, alat ini mampu menjadi alternatif solusi masalah elektrifikasi bagi daerah pesisir sebab dibandingkan dengan generator yang rumit, alat ini cukup mudah dan sederhana bila diaplikasikan ke nelayan.

 

"Apalagi, alat ini terhitung murah karena hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 950.000 dibanding generator yang harganya bisa jutaan rupiah," pungkasnya.

Penulis : Umar Alfa
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini