Packaging jamu karya Ellen Violetta, mahasiswa DKV Universitas Kristen Petra (UK Petra). (Foto: Istimewa))

Mahasiswa Petra Buat Inovasi Packaging Jamu dengan Gambar Ilusi

Teknologi dan Inovasi 25 December 2019 17:40 WIB

Jamu beras kencur kaya manfaat. Namun kini, perlahan-lahan tradisi minum jamu mulai ditinggalkan. Sebagai pengemar jamu, Ellen Violetta, mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra), berpendapat bahwa salah satu penyebab jamu kurang diminati karena faktor packaging (kemasan).

Melihat permasalahan ini, Ellen biasa ia disapa, membuat inovasi packaging jamu yang mengabungkan unsur modern dan tradisional.

"Saya melihat banyak orang yang mulai meninggalkan jamu. Salah satu faktor menyebabnya adalah kemasan, karena kemasan jamu saat ini memang kurang menarik secara visual," ujar Ellen kepada ngopibareng.id.

Kemasan jamu yang pertama kali dibuat Ellen adalah beras kencur. Ia menilai dalam botol jamu beras kencur ada endapan di dasar botol yang merupakan sari beras kencur.

"Endapan inilah bagi orang awam dan anak-anak muda yang belum pernah mencoba beras kencur, menganggap bubuk tersebut ampas. Jadi mungkin mereka kurang suka," kata Ellen.

Untuk mensiasati hal tersebut, Ellen membuat desain untuk tiga kemasan. Yaitu label botol, box, dan kemasan sachet-nya.

Gambar ilusi yang ada di packaging jamu beras kencur Foto IstimewaGambar ilusi yang ada di packaging jamu beras kencur. (Foto: Istimewa)

Untuk kemasan botolnya Ellen menggunakan botol kaca agar tidak menambah limbah plastik dan mudah di daur ulang.

"Lalu saya juga membuat gambar ikusi di kemasan botol. Bila kemasan botol berdiri normal maka terlihat wajah seorang ibu-ibu layaknya penjual jamu akan tetapi jika dibalik maka terlihat seperti wajah tuan putri," jelasnya.

Desain ini, ungkap Ellen, bermaksud agar dapat mengundang rasa penasaran orang. Akhirnya ingin membalik botol tersebut. Dan pada akhirnya ketika botol dibalik sari beras kencur yang mengendap akan tercampur.

"Sedangkan desain pada box dan sachet memiliki yang mengambarkan proses membuat jamu zaman dahulu. Ada proses menumbuk, memasak kemudian dituang dalam botol lalu di jual berkeliling dengan cara digendong," paparnya.

Dalam desainnya, Ellen menambahkan, motif batik dalam kemasan jamu tersebut agar tetap mengingat bahwa minuman jamu ini merupakan bagian dari Indonesia.

Inovasi ini berhasil meraih juara 1 untuk kategori Packaging Design dalam kompetisi Ultigraph yang digelar oleh Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta.

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Jul 2020 05:30 WIB

Muhammadiyah Salurkan Bantuan Bagi Pengungsi Rohingya di Aceh

Khazanah

Wujudkan Ta'awun Universal

05 Jul 2020 02:28 WIB

Belajar Dulu Baca Al-Quran kepada Ahlinya, Sebelum Jadi Ustadz

Islam Sehari-hari

(Sebuah Catatan untuk Felix Siauw)

05 Jul 2020 01:59 WIB

Mina Vs Jimin AOA, Korban Bully Selama 10 Tahun

ngopiK-pop

Mina mengaku jadi korban bully rekannya, Jimin di girl group AOA.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...